Kunjungi Klaten, Ganjar Pranowo Janjikan Rp330 Miliar untuk Madrasah dan Pesantren

Calon Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, berpidato di hadapan pendukungnya di Klaten, Minggu (2/4 - 2018). (Cahyadi Kurniawan/Solopos)
02 April 2018 10:45 WIB Cahyadi Kurniawan Klaten Share :

Solopos.com, KLATEN — Calon Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo, berjanji akan memperhatikan keberadaan madrasah dan pondok pesantren jika menjabat gubernur untuk kali kedua. Ia menyiapkan anggaran Rp330 miliar untuk pengembangan madrasah dan pondok pesantren.

Ia menyebutkan anggaran itu dimaksudkan untuk pembangunan Jateng dengan religius yang tinggi. Hal itu sesuai dengan masukan dari para ulama agar pemerintah memperhatikan pendidikan keagamaan. “Kami hitung anggarannya kurang lebih Rp330 miliar,” kata dia, kepada wartawan seusai menghadiri deklarasi pemenangan Ganjar–Yasin di GOR Gelar Sena, Desa Jonggrangan, Klaten Utara, Klaten, Jawa Tengah, Minggu (1/4/2018).

Ganjar menerangkan Jateng juga diproyeksikan mengembangkan ekonomi kreatif khususnya bidang pariwisata. Ia mengaku terkesan dengan keberhasilan Bukit Cinta yang dikunjunginya Minggu pagi di Desa Gununggajah, Bayat, Klaten, Jateng. Bukit Cinta, saat sepi bisa meraup pendapatan Rp70 juta per bulan. Sedangkan, saat ramai, omzet bisa meningkat hingga ratusan juta rupiah.

“Pariwisata di Bukit Cinta menginspirasi dan bisa dikembangkan ke seluruh Jateng. Kita tinggal mengatur lanskap, akses pembiayaan, cara menjual, serta pembangunan industri kreatif yang bisa dikembangkan di desa. Mari kita ciptakan industri kreatif di tingkat lokal,” ujar dia.

Tak hanya itu, akses permodalan dari Kredit Usaha Rakyat (KUR) akan diperluas. Di Jateng, KUR selama ini menerapkan suku bunga rendah yakni tujuh persen. Angka itu sejalan dengan program Joko Widodo yang berencana menurunkan suku bunga KUR dari sembilan persen menjadi tuju persen. Dengan begitu, usaha mikro, kecil, memengah bisa mengakses permodalan dengan gampang. “Kami dorong untuk dapatkan prioritas. Kemiskinan bisa diselesaikan dengan cara berdikari termasuk di tingkat pesantren, maka ekonomi pesantren ini yang kami kembangkan.”

Dalam sambutannya, Ganjar juga menjanjikan rehab bangunan GOR Gelar Sena yang rusak, membantu fasilitasi penataan Rowo Jombor, hingga mengentaskan masalah rumah tak layak huni (RTLH). Ganjar mendorong CSR dari perusahan dan para filantropis agar ikut serta dalam mengentaskan masalah RTLH.

Ia menyebut elektabilitas dirinya terus menanjak dan rata-rata berada di atas 50 persen. Soloraya dan Banyumas menunjukkan sinyal positif. “Mungkin Pantura yang agak dikencengi. Tapi bukan dengan Rp330 miliar. Itu untuk seluruh jawa tengah,” beber dia.

Salah satu sukarelawan pendukung Ganjar-Yasin, Jarot, berharap apa yang menjadi program Ganjar selama ini bisa dilanjutkan. Ganjar dinilai berhasil dalam mengentaskan pengangguran dan menciptakan lapangan kerja. Ganjar juga dinilai bagus dalam memangkas birokrasi yang berbelit khususnya menghilangkan praktik pungutan liar (pungli). “Kami optimistis Ganjar bisa menang lebih dari 75 persen di Klaten. Sebab, Ganjar didukung masyarakat kelas bawah,” beber pria warga Desa Sidorejo, Kemalang, Klaten.