Bikin Geger! Seorang Pria Ngamuk Sambil Acungkan Airsoft Gun di Jalan Klodran Karanganyar

Seorang pria mengamuk sambil mengacungkan pistol airsoft gun di Klodran, Colomadu, Karanganyar, Senin (2/4/2018) - Facebook/Zidiq Nugroho
02 April 2018 18:35 WIB Sri Sumi Handayani Karanganyar Share :

Solopos.com, KARANGANYAR -- Polsek Colomadu, Karanganyar, menangkap warga Tegalsari, RT 004/RW 005, Grogol, Sukoharjo, Eko Riyawanto, 32, karena mengamuk di jalan raya. Eko juga mengacungkan senjata jenis airsoft gun.

Informasi yang dihimpun Solopos.com dari berbagai sumber, Eko mengamuk di Jl. Adi Soemarmo, Klodran, Colomadu, Karanganyar, Senin (2/4/2018) sekitar pukul 07.30 WIB. Dia mengamuk sembari mengacungkan pistol jenis airsoft gun di jalan raya. Video aksi nekat warga Grogol itu langsung menyebar di media sosial.

Saat kejadian, sejumlah polisi berusaha menangkap Eko. Sejumlah pengendara yang melintas menghentikan laju kendaraan mereka untuk melihat upaya polisi menangkap Eko. Butuh beberapa orang untuk menghentikan aksi nekat Eko di tempat umum itu.

Eko dibawa ke Polsek Colomadu untuk dimintasi keterangan. Informasi lain menyebutkan lelaki itu diduga menderita gangguan jiwa. Polisi memanggil keluarganya untuk dimintai keterangan.

Kapolsek Colomadu, AKP Joko Waluyono, mewakili Kapolres Karanganyar, AKBP Henik Maryanto, membenarkan adanya kejadian itu. Tetapi dia enggan memberikan pernyataan lebih detail. "Iya benar ada kejadian itu," kata dia saat dihubungi Solopos.com, Senin.

Informasi yang dihimpun Solopos.com, Eko juga pernah melakukan aksi yang menjadi viral di media sosial tahun lalu. Saat itu, dia menantang anggota Satuan Lalu Lintas Polres Sukoharjo saat hendak ditilang di Grogol.

"Yang bersangkutan diindikasikan pernah mengalami gangguan jiwa dan dirawat di RSJD Solo. Kami berkoordinasi dengan Polsek Grogol, menghubungi pihak keluarga dan berkoordinasi dengan RSJD Solo," ujar dia.

Sementara itu, sejumlah warga di sekitar lokasi kejadian mengaku ketakutan melihat Eko yang membawa senjata itu. Mereka yang berada di sekitar lokasi memilih minggir atau menjauh dari pria tersebut.

“Informasi di lokasi ada beberapa versi. Ada yang bilang pelaku adalah begal, jambret, dan sebagainya. Tetapi mana yang benar saya tidak tahu,” kata Joko, 46, salah seorang warga yang membuka usaha di dekat tempat kejadian. (Iskandar)