PENIPUAN BOYOLALI : Ngaku Polisi , 3 Pemuda Sragen Gondol Puluhan Motor di Tol Soker

Tiga pemuda yang menipu dengan mengaku sebagai polisi diperiksa di Mapolres Boyolali, Selasa (3/4 - 2018). (Solopos/Aries Susanto)
03 April 2018 18:35 WIB Aries Susanto Boyolali Share :

Solopos.com, BOYOLALI -- Tiga orang pemuda dan remaja asal Masaran, Sragen, ditangkap aparat Polres Boyolali karena menipu puluhan orang. Modus mereka mengaku sebagai polisi dan berlagak melakukan razia kendaraan bermotor.

Sasaran mereka para pemuda dan remaja yang biasa menongkrong di tol Solo-Kertosono (Soker). Mereka memperdaya puluhan korban dengan mengaku sebagai anggota Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah.

Menurut data yang diperoleh Solopos.com dari kepolisian, ketiga pemuda asal Sragen itu adalah Andrik Tri Agung, 24, Sigit Aldi Setyawan, 19, dan Indra Rochmat Jatmiko, 25. Ketiganya sama-sama warga Desa Jati, Masaran, dan masih bertetangga. Satu di antaranya, yakni Sigit Aldi Setyawan, masih berstatus pelajar kelas XIII SLTA.

Kasus penipuan ini terungkap setelah kepolisian Boyolali kebanjiran laporan adanya warga yang kehilangan sepeda motor setelah didatangi ketiga orang itu. Dalam setiap aksinya, mereka mendatangi anak remaja yang menongkrong di Tol Soker.

"Mereka lantas pura-pura menanyakan kelengkapan surat-surat kendaraan. Setelah itu, mereka membonceng korban ke lokasi lain. Setelah itu korban ditinggal begitu saja di tol Soker," jelas Kapolsek Ngemplak, AKP Subiyati, mewakili Kapolres Boyolali, AKBP Aries Andhi, kepada wartawan, Selasa (3/4/2018).

Untuk meyakinkan korban, pelaku mempersenjatai diri dengan pistol mainan atau airsoft gun. Pelaku juga mempersenjatai diri dengan pisau kecil. Atas berbagai laporan itulah, polisi bergerak melakukan penyelidikan.

"Berdasarkan laporan yang masuk ke kami, sudah ada lima warga yang lapor. Itu belum termasuk yang tak melapor," sambung Subiyati.

Tim Sapu Jagad Resmob Polres Boyolali dan Polsek Ngemplak akhirnya mengendus keberadaan pelaku di kediaman mereka, Desa Jati, Masaran, Sragen. Para pelaku dibekuk aparat akhir Maret lalu tanpa perlawanan. Tiga sepeda motor hasil kejahatan mereka diamankan polisi.

Selain itu, gawai yang digunakan pelaku untuk berkomunikasi dan menjual motor juga disita. "Pelaku mengaku sudah menggondol sekitar 30 motor dari hasil kejahatannya. Modusnya sama, mengaku sebagai polisi," jelas Kasatrekrim Polres Boyolali, AKP Willy Budiyanto.

Willy meminta para remaja mengisi waktu di sore hari dengan kegiatan yang lebih positif ketimbang menongkrong di tol. Salah satu pelaku, Indra Jatmiko, mengaku selalu menjual sepeda motor hasil kejahatanya itu lewat Internet.

Selain untuk bersenang-senang, uang hasil kejahatan itu juga digunakan untuk "jajan". "Yang mengatur penjualan ada sendiri dari teman kami," jelasnya.

Sementara itu, Sigit Aldi Setyawan terancam putus sekolah. Sigit mengaku apes lantaran dia baru kali pertama itu bergabung dengan komplotan penjahat. "Saya baru sekali ikut, tapi apes malah ketangkap polisi," akunya.