TRANSPORTASI SOLO : Pengemudi Taksi Online Uber Berbondong-Bondong Daftar Grab

Antrean pendaftaran pengemudi Grab di Gedung Graha Saba Buana Solo, Rabu (4/4 - 2018). (Solopos/Irawan Sapto Adhi)
04 April 2018 20:35 WIB Irawan Sapto Adhi Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Para pengemudi taksi online Uber di Solo dan sekitarnya berbondong-bondong mendaftar menjadi pengemudi taksi online GrabCar. Mereka melakukan hal itu sebagai tindak lanjut rencana penonaktifan layanan Uber di seluruh Indonesia per 8 April setelah Uber diakuisi Grab.

Berdasarkan pantauan Solopos.com, Rabu (4/4/2018) pukul 09.30 WIB, manajemen Grab membuka layanan registrasi ulang bagi pengemudi Uber yang masuk gelombang migrasi otomatis menjadi pengemudi GrabCar di Graha Saba Buana, Kelurahan Sumber, Banjarsari. Mereka juga menerima pendaftaran pengemudi Uber yang tidak masuk gelombang migrasi tersebut.

Bahkan manajemen Grab membuka kesempatan bagi masyarakat yang sebelumnya bukan pengemudi Uber untuk mendaftar menjadi pengemudi GrabCar. Saat hendak dimintai informasi, tidak ada satu pun perwakilan manajemen Grab yang bersedia memberikan keterangan kepada wartawan.

Mereka tak mau berkomentar karena menganggap ada perwakilan atau pejabat lain yang lebih berhak memberikan penjelasan kepada awak media. Tapi pejabat dimaksud saat itu tidak berada di Graha Saba Buana. Mereka tidak bisa memastikan apakah manajer Grab area Yogyakarta akan hadir atau tidak di gedung pertemuan milik keluarga Presiden Jokowi itu.

Mereka juga enggan memberikan nomor telepon pejabat Grab yang dimaksud. Seorang warga Sukoharjo, Imam, membeberkan datang ke Graha Saba Buana untuk mendaftar ulang atau berkonsultasi mengingat akun Grab Driver-nya belum bisa digunakan untuk nge-trip.

Dia kesulitan login ke aplikasi Grab Driver. Padahal, Imam sudah berhasil melakukan migrasi dari akun Uber ke Grab. Dia merasa terbantu dengan adanya pelayanan Grab di Solo. Dengan demikian, para pengemudi maupun calon pengemudi Grab tidak perlu lagi datang ke kantor Grab di Jogja.

Menurut dia, manajemen Grab sengaja membuka pelayanan beberapa hari saja di Solo untuk membantu para eks pengemudi Uber yang ingin bermigrasi ke Grab. “Sesuai pemberitahuan resmi dari manajemen Uber, mulai 8 April Uber tak bisa digunakan lagi di Solo. Beruntung saya termasuk pengemudi yang bisa migrasi otomatis dari Uber ke Grab. Tapi ternyata ada kendala sedikit. Maka dari itu saya datang ke sini. Ya mumpung ada pelayanan di Solo. Jadi saya tidak perlu pergi ke kantor Grab di Jogja untuk melakukan daftar ulang atau konsultasi,” jelas Imam.

Salah seorang eks pengemudi Uber lainnya, Vondra, menyampaikan manajemen Grab juga membuka pendaftaran bagi pengemudi baru, jadi bukan hanya eks pengemudi Uber. Hal tersebut terbukti dari pengalaman Vondra yang pada Rabu ini mengantar keponakannya mendaftar menjadi pengemudi Grab.

Menurut dia, manajemen Grab tetap memproses pendaftaran itu. Dengan demikian, sudah menjadi barang pasti jumlah pengemudi Grab di Soloraya kini bertambah. Hal itu akan membuat persaingan antarpengemudi GrabCar menjadi semakin ketat untuk mendapatkan order.

“Saya tidak termasuk pengemudi yang mendapat fasilitas migrasi otomatis dari Uber ke Grab. Maka dari itu, setelah tahu Uber tidak bisa lagi digunakan, saya mencoba daftar Grab lewat online. Yang saya rasakan ya order tidak sebanyak saat masih di Uber. Kan ya persaingannya semakin ketat. Tapi saya yakin kondisinya akan membaik setelah Uber benar-benar tak bisa digunakan lagi. Pengguna Uber akan beralih ke Grab,” jelas Vondra.

Vondra menceritakan bonus yang ditawarkan Grab cukup menggiurkan. Hal itu lah yang membuat banyak masyarakat berminat menjadi mitra pengemudi Grab. Bonus yang ditawarkan Grab kepada mitra pengemudi mencapai Rp350.000/hari. Syaratnya mitra pengemudi mesti meraih 17 poin atau pelayanan.