Bangunan Masjid Baitul Hikmah Balai Kota Solo Dibongkar, Ini Alasannya

Masjid Baitul Hikmah Balai Kota Solo. (Solopos/M. Ferri Setiawan)
05 April 2018 01:35 WIB Indah Septiyaning Wardhani Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Bangunan Masjid Baitul Hikmah di kompleks Balai Kota Solo akan dibongkar dan dibangun ulang pada tahun anggaran ini. Proyek pembangunan masjid tersebut dikerjakan sejalan dengan penataan koridor pelataran Balai Kota.

Wakil Wali Kota (Wawali) Solo Achmad Purnomo mengatakan bangunan masjid Baitul Hikmah didesain dua lantai yang akan diselaraskan dengan konsep bangunan Pendapi Gede. “Kapasitas masjid nanti bisa menampung 500 jemaah,” katanya ketika dijumpai wartawan di ruang kerjanya, Rabu (4/4/2018).

Selama ini kapasitas masjid Baitul Hikmah kompleks Balai Kota Solo tak lagi mampu menampung jemaah khususnya saat pelaksanaan Salat Jumat. Jemaah meluber hingga ke jalan serta halaman parkir mobil sisi selatan di kompleks Balai Kota.

Dengan kondisi ini diperlukan pembangunan masjid yang nantinya bisa menampung jemaah saat salat Jumat. “DED [detail engineering design] sudah dibuat sejak setahun lalu. Pembangunannya dikerjakan tahun ini bareng dengan penataan koridor depan Balai Kota,” katanya.

Kepala Bagian Umum (Kabag) Umum Setda Pemkot Solo, Heru Sunardi, menambahkan pembangunan masjid mendesak direalisasikan. Hal ini dikarenakan kapasitas masjid yang semakin terbatas, terutama saat pelaksanaan Salat Jumat. Jemaah salat Jumat tidak hanya berasal dari aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkot, melainkan juga karyawan swasta lain di sekitar lingkungan Balai Kota.

“Bakul dan pengunjung Pasar Gede juga Salat Jumat di sini [Balai Kota]. Jadi kalau Jumatan sampai luber-luber, sampai dikenal jemaah paving,” katanya.

Sesuai perencanaan, bangunan masjid akan dirobohkan total dan dibangun ulang. “Anggaran disiapkan Rp20 miliar. Alokasinya tidak hanya untuk masjid saja tapi juga ME [mechanical electronics] untuk gedung DKK [Dinas Kesehatan Kota],” katanya.