Ricky Elson: Mobil Listrik di Indonesia Jalan di Tempat

Pelopor mobil listrik Indonesia, Ricky Elson memberi materi pada Seminar Nasional Gema Teknologi 2018 di Auditorium M. Djazman kompleks UMS, Pabelan, Kartasura, Sukoharjo, Kamis (5/4 - 2018). (Solopos/Iskandar)
06 April 2018 11:55 WIB Drs Iskandar Sukoharjo Share :

Solopos.com, SUKOHARJO--Pelopor mobil listrik Indonesia, Ricky Elson prihatin dengan perkembangan mobil listrik di Indonesia. Belum ada perkembangan signifikan pada mobil listrik karya anak bangsa. Hal itu ia ungkapkan saat menjadi pembicara Seminar Nasional Gema Teknologi 2018 di Auditorium M. Djazman kompleks Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Kartasura, Sukoharjo, Kamis (5/4/2018).Selain dirinya, panitia juga menguda=ndang salah satu dosen ITS, Alief Wikarta dalam acara tahunan itu.

“Padahal sudah setengah tahun lalu dibahas, rapat juga sudah berulang-ulang tapi sampai saat ini belum jelas. Starting mobil listrik di Indonesia sudah puluhan tahun lalu ada penelitian. Resminya tahun 2012 sudah ada rapat di Gedung Agung Yogyakarta. Tapi sampai saat ini tidak ada tindak lanjut,” kata dia di

Menurut dia jika Indonesia tak intensif mengembangkan mobil listrik akan tertinggal jauh dari bangsa lain. “Apakah nanti Indonesia hanya akan diseret oleh peradaban atau atau Indonesia akan ikut serta? Apakah mahasiswa akan menunggu kebijakan dari pemerintah?”

Untuk itu dia berharap para mahasiswa tidak tergantung dari pemerintah. Pada zaman ini, kata dia, segala informasi yang diperlukan bisa didapat dengan mudah melalui gadget. Asalkan mau, mereka bisa membuka wawasan yang luas melalui gadget tersebut.

Menurut dia mandeknya kreativitas realisasi mobil listrik karena banyak yang suka berdalih. Hal ini dinilai menjadi salah satu faktor penghambat kemajuan.

“Ada yang berdalih bagaimana mau mengembangkan mobil listrik di Indonesia, wong listriknya belum beres? Hla apa harus menunggu listrik beres dulu untuk mengembangkan mobil listrik? Ada lagi yang berdalih Indonesia masih banyak banjir. Lalu apa harus mengatasi banjir dulu kemudian baru membuat mobil listrik,” ujar dia.

“Kenapa berpikir seperti itu? Kenapa tidak berpikir apa yang bisa dikerjakan sekarang? Kita selalu beralasan dan tidak bergerak. Padahal di luar sana selalu bergerak sehingga maju.”

Sementara itu, Ketua Panitia Seminar Nasional Gema Teknologi 2018, Eli Mustika mengatakan kegiatan tersebut merupakan ajang Keluarga Mahasiswa Teknik Mesin (KMTM) UMS. Seminar tersebut merupakan salah satu program tahunan yang mereka gelar. Acara tersebut dihadiri sekitar 300 peserta yang mayoritas adalah mahasiswa.

“Untuk itu kami mendatangkan dua pembicara nasional yaitu Ricky Elson yang juga pelopor mobil listrik dan Alief Wikarta salah satu dosen ITS,” kata dia.