Pilgub Jateng: Umat Hindu Klaten Diimbau Tak Golput

Ratusan Umat Hindu mengikuti dharmasanti yang digelar di Pendapa Pemkab Klaten, Jumat (6/4 - 2018). (Solopos/Taufiq Sidik Prakoso)
07 April 2018 17:15 WIB Taufik Sidik Prakoso Klaten Share :

Solopos.com, KLATEN – Ratusan umat hindu mengikuti dharmasanti di Pendapa Pemkab Klaten, Jumat (6/4/2018). Umat Hindu di Klaten diimbau menggunakan hak pilih mereka pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Tengah (Jateng) 2018.

Dharmasanti diikuti 500-1.000 umat Hindu serta para pejabat di Klaten. Di Klaten, ada sekitar 14.700 umat Hindu dengan tempat ibadah sebanyak 47 pura yang tersebar di 26 kecamatan.

Ketua Parisade Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Klaten, Hendrata Wisnu, mengatakan dharmasanti merupakan perayaan hari raya Nyepi. Dharmasanti ditujukan sebagai kegiatan silaturahmi antar umat Hindu.

“Dharmasanti itu kalau boleh dibilang seperti halal bi halal di umat muslim. Kegiatan ini menjadi ajang srawung Umat Hindu menebarkan situasi yang kondusif dan mendamaikan manusia. Pesan dari kegiatan ini seluruh Umat Hindu menjunjung tinggi toleransi,” kata Wisnu saat ditemui seusai dharmasanti, Jumat.

Wisnu menjelaskan Umat Hindu Klaten merupakan umat terbesar di Jateng. Soal pilgub yang digelar pada 27 Juni mendatang, Wisnu mengatakan seluruh umat sudah diwanti-wanti agar menggunakan hak pilih mereka.

Ia mengatakan secara resmi PHDI bersikap netral atau tak berpolitik. Para umat Hindu diminta menggunakan hak pilih mereka sesuai dengan hati nurani masing-masing.

“Yang jelas jangan sampai golput atau menyianyiakan hak pilih. Siapapun pilihanya, kami persilakan umat Hindu tetap memilih,” katanya.

Pembimbing Masyarakat Hindu Kanwil Kemenag Provinsi Jateng, I Dewa Made Artayasa, dalam sambutannya juga mengimbau Umat Hindu menggunakan hak pilih mereka.

“Jangan golput karena untuk melaksanakan pilkada itu biayanya besar dan berasal dari uang rakyat,” urai dia.

Bupati Klaten, Sri Mulyani, berharap dhramasanti menjadi momentum untuk meningkatkan semangat berbakti umat Hindu di masyarakatnya.

“Saya mengajak kepada anggota Korpri, TNI, Polri, dan para tokoh agama Hindu untuk menjadi ujung tombak membangun mental spiritual bangsa. Karena tanpa dukungan dari berbagai pihak pembangunan tidak akan memberikan hasil maksimal,” katanya.