Kisah Misteri Arca Dwarapala Tak Bisa Dipindah Saat THR Sriwedari Solo Dibongkar

Arca Dwarapala di lahan bekas THR Sriwedari, Senin (29/1 - 2018). (Solopos/Nicolous Irawan)
08 April 2018 11:30 WIB Ivan Andimuhtarom Solo Share :

Solopos.com, SOLO — Ada kisah mistis yang tersisa dari pembongkaran Taman Hiburan Rakyat (THR) Sriwedari, Februari 2018 lalu. Kisah mistis keberadaan Arca Dwarapala yang tak mau dipindah, meski telah digempur menggunakan martil.

Beberapa waktu lalu, petugas Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Solo gagal memindahkan arca yang dipercaya sebagai arca laki-laki dan arca perempuan tersebut.

Bahkan, sling yang digunakan petugas DPU putus berkali-kali kala berusaha menggerakkan arca laki-laki yang berada di sisi selatan.

“Percaya boleh. Tidak juga boleh. Kemarin sudah dicoba pakai sling putus terus,” ujar Kabid Cipta Karya DPUPR Solo Taufan Basuki saat berbincang dengan Solopos.com di sela-sela prosesi pemindahan, Senin (12/2/2018) pagi.

Pagi itu digelarlah upacara wilujengan yang dihadiri petugas dari Dinas Kebudayaan (Dishub) Solo dan DPUPR. Upcara dipimpin  tokoh spiritual dari Abdi Dalem Ngulama Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, Kanjeng Raden Tumenggung (K.R.T) Puja Sentanadipura. Upacara digelar di lahan THR Sriwedari di sekitar arca.

Menurutnya, upacara itu bertujuan mengusir mahluk tak kasat mata yang bersemayam dua buah arca itu.

Ada dua buah arca Dwarapala di THR Sriwedari. Arca tersebut menggambarkan laki-laki dan perempuan. Arca diduga sudah dipasnag sejak PB X berkuasa. Begitu upacara selesai digelar butuh kerja keras pula untuk memindahkan arca.