Bencana Klaten: Angin Ribut, Rumah Warga Sajen Roboh Tertimpa Pohon

Puing rumah Purwono yang ambruk tertimpa pohon di Dukuh Sidorejo, Desa Sajen, Trucuk, Minggu (8/4 - 2018). (Solopos/Taufiq Sidik Prakoso)
08 April 2018 17:35 WIB Taufik Sidik Prakoso Klaten Share :

Solopos.com, KLATEN -- Angin ribut menerjang sejumlah wilayah di Klaten, Sabtu (7/4/2018) petang. Akibatnya, sejumlah bangunan rusak tertimpa pohon tumbang serta atap beterbangan tertiup angin.

Informasi yang dihimpun Solopos.com, angin ribut menerjang sekitar pukul 17.30 WIB bersamaan hujan deras yang mengguyur wilayah Klaten. Berdasarkan data BPBD Klaten hingga Minggu (8/4/2018) pukul 11.00 WIB, angin ribut menyebabkan puluhan pohon di beberapa desa Kecamatan Karangdowo tumbang hingga menutup jalan.

Di Desa Bulusan, satu warung mi ayam di Dukuh Wonorejo roboh. Dua kandang sapi masing-masing di Dukuh Wonorejo dan Bulusan roboh lantaran tak kuat menahan kencangnya angin dan mengalami rusak ringan lantaran tertimpa pohon jati. Mahkota Masjid Al Fajar di Desa Bulusan juga rusak lantaran tertiup angin.

Di Desa Munggung, satu rumah di Dukuh Karang mengalami rusak ringan setelah tertimpa rumpun bambu. Dampak angin ribut juga terjadi di wilayah Pedan dan Cawas. Namun, BPBD masih mendata kerusakan di dua kecamatan tersebut.

Di Kecamatan Trucuk, satu rumah di Desa Sajen rusak roboh setelah tertimpa pohon trembesi. Rumah tersebut milik Purwono, 55, warga Dukuh Sidorejo, RT 001/RW 014. Ditemui Solopos.com, Minggu, Purwono mengatakan saat hujan deras mengguyur ia duduk di dalam rumah berbentuk joglo dengan konstruksi gedek dan kayu miliknya.

Saat itu, angin kencang menerjang perkampungan di desanya. Lantaran khawatir, Purwono berpindah lokasi dan berdiri di teras rumah. Angin kencang kembali menerjang. Tak berselang lama, sebatang pohon trembesi dengan ketinggian lebih dari 10 meter roboh menimpa rumah Purwono.

Purwono yang saat itu sudah berdiri di teras lantas melompat agar tak tertimpa reruntuhan rumah. Ia berhasil menyelamatkan diri tanpa mengalami luka. Selang beberapa saat, ia menyelamatkan barang berharga seperti sepeda motor ke rumah tetangganya.

“Selang waktu angin kencang pertama dan kedua itu hanya satu menit. Saat itu pohon langsung tumbang setelah diterjang angin,” kata Purwono.

Akibat kejadian itu, bangunan utama rumah Purwono berukuran 12 meter x 10 meter yang dibangun 1970-an lalu nyaris rata dengan tanah. Total kerugian yang dialami Purwono ditaksir mencapai Rp40 juta.

Barang-barang berharga milik Purwono untuk sementara dititipkan di rumah tetangga terdekatnya. Selama ini, Purwono menempati rumah tersebut seorang diri.

Pada Minggu pagi, warga dibantu sukarelawan bergotong royong membersihkan reruntuhan rumah milik Purwono serta menebang pohon-pohon tinggi yang dinilai membahayakan. “Kalau saya sudah biasa tidur sembarang tempat. Justru kalau malam jarang tidur di rumah. Biasanya di pos ronda,” tutur Purwono.

Ketua RT 001, Dukuh Sidorejo, Desa Sajen, Muhammad, 57, mengatakan kerusakan paling parah akibat angin kencang Sabtu petang yakni rumah Purwono. “Kalau yang lainnya ya hanya genting dan atap berserakan,” katanya.

Muhammad menjelaskan segera berembuk dengan warga lainnya terkait kerusakan rumah milik Purwono. Rencananya, warga mendirikan bangunan semipermanen sebagai tempat berteduh sementara bagi Purwono. “Yang penting biar bisa mapan terlebih dahulu,” jelasnya.