CFD Solo: 1.053 PKL Berjualan Tiap Minggu di Jl. Slamet Riyadi

Suasana bundaran Gladak Solo saat CFD. (Solopos/Dok)
09 April 2018 00:35 WIB Irawan Sapto Adhi Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Paguyuban Pedagang Car Free Day (CFD) Gawe Rejo mencatat saat ini ada 1.053 orang lebih yang berjualan di area CFD Jl. Slamet Riyadi, Solo, setiap Minggu pagi.

Sekretaris Paguyuban Pedagang CFD Gawe Rejo, Eko Adi Nugroho, membeberkan hingga awal April ini, pengurus Paguyuban sudah menerbitkan 1.053 kartu tanda anggota (KTA) untuk PKL yang telah mendaftar menjadi anggota paguyuban. Menurut dia, hampir semua PKL yang telah mengantongi KTA paguyuban rutin berjualan di city walk Jl. Slamet Riyadi setiap Minggu pagi.

Eko tak menampik masih ada PKL yang belum mendaftar sebagai anggota paguyuban karena berbagai alasan sehingga bisa dikata jumlah PKL di area CFD lebih dari 1.053 orang. “Kami tidak bisa memaksa PKL menjadi anggota paguyuban. Itu menjadi pilihan masing-masing. Yang jelas sekarang jumlah anggota kami tercatat sudah mencapai 1.053 orang,” kata Eko saat ditemui Solopos.com di area CDF Jl. Slamet RIyadi, Minggu (8/4/2018) pagi.

Meski demikian, pengurus paguyuban akan mencoba mengajak semua PKL di area CFD untuk menjadi anggota paguyuban. Tujuannya semua PKL bisa terkoordinasi. Sebagai contoh, pengurus paguyuban akan lebih mudah membina dari awal PKL yang menjadi anggota untuk tidak berjualan sembarangan di area CFD sehingga tidak merusak citra PKL CFD pada umumnya.

Lagi pula, kata Eko, PKL yang menjadi anggota paguyuban juga bakal memperoleh beberapa keuntungan, seperti perlindungan hingga informasi seputar kebijakan PKL dari Pemkot yang diterima paguyuban.

“Kami sudah ada rencana untuk mendata kembali PKL di area CFD. Bulan ini atau secepatnya kami akan mengumpulkan lagi perwakilan PKL di zona 1 sampai zona 10 untuk membahas agenda pendataan tersebut. Barang kali ada PKL baru yang ingin mendaftar,” jelas Eko.

Disingung soal PKL baru, EKo tak menampik jumlah PKL di arena CFD terus bertambah. Dalam setahun terakhir, Pengurus Paguyuban Pedagang CFD Gawe Rejo bahkan mencatat peningkatan jumlah anggota sebanyak 350 orang.

Pada Maret 2017, tercatat jumlah anggota paguyuban mencapai 703 PKL. Dia menegaskan pengurus paguyuban tidak berhak membatasi jumlah PKL berjualan di arena CFD karena merupakan kawasan publik yang siapa saja berhak memanfaatkannya.

Pengurus paguyuban hanya bisa mengimbau kepada PKL baru untuk berjualan di zona yang belum terlalu ramai, seperti zona 9 dan zona 10. “Kami tidak bisa membatasi kedatangan PKL baru. Kalau ada lahan di city walk Jl. Slamet Riyadi yang belum dipakai, PKL baru berhak saja menggunakannya. Cuma kami memang menyarankan agar PKL baru memilih berjualan dari perempatan Gendengan ke barat sampai Stasiun Purwosari. Di zona 1-8 masih ada tempat tapi sudah crowded,” jelas Eko.

Seorang PKL di CFD, Isnaeni, menyampaikan anggota Paguyuban Pedagang CFD Gawe Rejo kecil kemungkinan berbuat seenaknya, seperti berjualan sembarangan dan tidak menjaga kebersihan. PKL yang telah menjadi anggota rutin saling mengingatkan untuk selalu mematuhi ketentuan berjualan dari Pemkot Solo tersebut.

Dia menjelaskan syarat menjadi anggota paguyuban PKL, yakni berkomitmen hanya berjualan di satu lokasi di city walk serta mengumpulkan fotokopi KTP dan foto diri.