Puluhan Pejabat Eselon III Pemkot Solo Layak Jadi Kepala Dinas dan Staf Ahli

ilustrasi mutasi pejabat. (Solopos/Dok)
09 April 2018 04:35 WIB Indah Septiyaning Wardhani Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Puluhan pejabat eselon III di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Solo berpeluang untuk berebut kursi dua kepala dinas dan tiga staf ahli. Mereka memenuhi persyaratan secara kualifikasi dalam bursa pengisian jabatan eselon II.

Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKP2D) Solo Rakhmat Sutomo mengatakan dua kursi kepala dinas dan tiga staf ahli bakal kosong dalam waktu dekat ini. Tak ingin terlambat melakukan regenerasi, 20 kepala bagian (Kabag) di seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) disiapkan untuk mengisi kursi tersebut.

“Kursi pos kepala Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian [Diskominfo dan SP] sekarang kosong. Sebentar lagi kursi Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan juga kosong karena pensiun,” kata Rakhmat ketika berbincang dengan Solopos.com, Minggu (8/4/2018).

Selain itu tiga kursi staf ahli juga bakal kosong karena pensiun. Menurut dia, calon kepala dinas maupun staf ahli harus memiliki tiga kompetensi, yakni kompetensi manajerial, kompetensi bidang, dan kompetesi social culture. Tiga kompetensi tersebut memiliki bobot yang sama dalam seleksi pejabat eselon II.

Seleksi pengisian jabatan eselon II ini akan dilaksanakan dalam waktu dekat. “Pansel [panitia seleksi] akan dibentuk. Nantinya masing-masing pos setidaknya ada empat calon,” katanya.

Seleksi lima pos eselon II yang bakal kosong dilakukan secara bersamaan. Meskipun surat keputusan (SK) tanggal pensiun pejabat bersangkutan berbeda satu sama lain.

Rakhmat mengaku jika di tahun ini menjadi musim paceklik aparatur sipil negara (ASN). Banyak ASN yang purna tugas tidak diimbangi dengan perekrutan ASN baru oleh kementerian. “Jadi kalau dibilang kurang ya kurang,” katanya.

Wali Kota Solo F.X. Hadi Rudyatmo mengatakan regenerasi ASN di Pemkot harus dilakukan secara benar. Hal ini akan berpengaruh terhadap kinerja ASN serta pelaksanaan program Pemkot.

Selama ini penataan ASN masih menyisakan pekerjaan rumah yang besar bagi pemkot lantaran banyak posisi yang diduduki tidak sesuai kompetensi maupun jenjang karier. “Masih ada yang golongannya tinggi tetapi masih menjadi staf. Harus kita dorong untuk melakukan promosi dan mutasi,” katanya.