Antisipasi Lahar Merapi, 26 Sabo Dam Kali Woro Klaten Selesai November 2018

Sabo dam di Kali Woro, Klaten. (Istimewa/Kementerian PUPR)
09 April 2018 05:30 WIB Irene Agustine Klaten Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah menyelesaikan pekerjaan rehabilitasi dan rekonstruksi sabo dam di Kali Woro, Klaten, guna mengantisipasi banjir lahar Gunung Merapi.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan sabo dam akan menahan aliran lahar yang membawa batu-batuan dan pasir. Dampaknya, dam ini akan mengurangi kecepatan aliran lahar sehingga mengurangi risiko bencana di hilir sungai.

“Kalau bendungan menahan air, sementara Sabo Dam menahan pasir dan batu sementara air nya tetap bisa lewat. Sabo dam Kali Woro ditargetkan bisa diresmikan November tahun 2018,” kata Basuki lewat keterangan resmi, Minggu (8/4/2018).

Tahun 2014, sabo dam Kali Woro berhasil mengurangi kecepatan banjir lahar dingin Gunung Merapi dan menahan material vulkanik tidak sampai ke daerah hilir sungai. Oleh karena itu, diperlukan rehabilitasi dan rekonstruksi sabo dam agar bisa berfungsi kembali.

Sebanyak 26 sabo dam dibangun secara bertingkat dengan ukuran berbeda di mana yang terbesar berada diatas untuk menahan batu-batu besar dan yang paling kecil untuk menahan pasir. Dalam kondisi aman, sabo dam juga digunakan sebagai jembatan penghubung antar desa.

Dari data Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak, Ditjen Sumber Daya Air, total anggaran yang dikeluarkan sebesar Rp329 miliar melalui kontrak tahun jamak 2016-2018. Dengan selesainya sabo dam Kali Woro maka aliran lahar Gunung Merapi bisa dicegah untuk tidak sampai merusak permukiman warga dan jalan nasional Jogja-Solo yang bisa memutus konektivas antar wilayah.