Pendidikan Solo: Sistem Zonasi pada PPDB Bikin SMP Swasta Khawatir

ilustrasi PPDB online. (Solopos/Dok)
11 April 2018 06:35 WIB Insetyonoto Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Kalangan pengelola SMP swasta di Solo merasa khawatir bakal kekurangan siswa sebagai dampak penerapan kebijakan zonasi pada Penerimaan Peserta Didik (PPDB) SMP mulai tahun ajaran 2018/2019.

Ketua Badan Kerja Sama (BKS) SMP Swasta Rayon 1 Solo, Riyadi Marjono, mengatakan dengan adanya zonasi calon siswa tidak bisa mendaftar ke SMP di luar zona mereka. “Kami sudah berbicara secara informal dengan beberapa kepala SMP swasta. Mereka merasa khawatir kekurangan siswa,” katanya kepada Solopos.com di Solo, Selasa (10/4/2018).

Menurut dia, jumlah SMP swasta di Solo tercatat sekitar 57 sekolah. Kepala SMP swasta, lanjut dia, belum bisa berbuat apa-apa karena sampai sekarang belum ada Peraturan Wali Kota (Perwali) Solo dan petunjuk teknis pelaksanaan zonasi PPDB SMP.

“Ini membuat galau para kepala SMP swasta karena belum bisa mengambil kebijakan karena mesih menunggu Perwali zonasi PPDB,” ungkap Riyadi.

Menurut dia, sistem zonasi tidak berpengaruh terhadap SMP berbasis agama karena sudah mendapatan kepercayaan dari masyarakat. “Sebenarnya zonasi tidak masalah asalkan SMPN tidak menambah kelas baru dan rombongan belajar [rombel], “ katanya.

Riyadi yang juga Kepala SMP Kristen 1 Solo menambahkan tujuan zonasi sebenarnya baik yakni terjadi pemerataan pendidikan jenjang SMP. Kepala Dinas Pendidikan Solo, Etty Retnowati, sebelumnya menyatakan akan menerapkan sistem zonasi pada PPDB SMP Tahun Ajaran 2018/2019.

Menurut Etty, saat ini masih dibahas tentang mekanisme sistem zonasi karena jumlah SMP cukup banyak dan persebarannya tidak merata. Pembahasan melibatkan stakeholders terkait, termasuk kelurahan dan kecamatan.

Sementara itu, Kepala SMP Muhammadiyah 5 Solo, Sudarno, mengungkapkan tidak mempermasalahkan sistem zonasi asalkan dibarengi dengan penataan pembatasan penerimaan siswa di SMPN. Dia mencontohkan penerimaan siswa baru SMPN dibatasi sesuai jumlah siswa yang diluluskan. Bila meluluskan 200 siswa, penerimaan siswa baru juga 200 siswa.

“Penerimaan SMP swasta juga perlu ada pembatasan sehingga terjadi pemerataan siswa di setiap sekolah,” ungkap dia.

Kepala SMP Widya Wacana 1 Solo, Andreas Affandi Santosa, mengatakan masih menunggu petunjuk teknis (juknis) petunjuk pelaksanaan (juklak) zonasi PPDB SMP. “Karena belum ada juknik dan juklak, saya belum bisa berkomentar akan terjadi penurunan siswa yang mendaftar di SMP Widya Wacana 1 atau tidak,” kata dia.

Hanya, imbuh dia, karena persebaran SMP di Solo tidak merata nantinya ada zona sekolah yang kelebihan siswa karena jumlah lulusan siswa SD banyak, ada pula zona sekolah sedikit siswa sebab jumlah lulusan SD sedikit.