Mal Boyolali Segera Dibangun di Stadion Pandanarang, Begini Rancangannya

Pengendara sepeda motor melintas di sekitar Stadion Pandanarang atau Stadion Sonolayu, Boyolali, Selasa (10/4 - 2018). (Solopos/Akhmad Ludiyanto)
11 April 2018 15:15 WIB Akhmad Ludiyanto Boyolali Share :

Solopos.com, BOYOLALI — Sebuah mal akan dibangun di Stadion Pandanarang Boyolali atau yang saat ini dikenal dengan sebutan Stadion Sonolayu. Bupati Boyolali Seno Samodro mengatakan pembangunan mal tersebut akan dimulai 31 Mei 2018 mendatang.

“Nanti 31 Mei sudah dimulai pembangunan mal terbesar di Jawa Tengah,” ujar Seno saat ditemui di Gedung Balai Sidang Mahesa (Dome) Boyolali, Kamis (5/4/2018). Sebelum dibangun mal, stadion yang berlokasi di Jl. Perintis Kemerdekaan terlebih dahulu akan dirobohkan. Stadian selanjutnya akan dipindah ke Paras, Kecamatan Cepogo.

Mal yang akan dibangun PT Dua Putra Bengawan rencananya didirikan pada area seluas 2,7 hektare (ha). Penandatanganan kerja sama nota kesepahaman (MoU) antara Pemkab Boyolali dengan PT Dua Putra Bengawan sudah dilakukan di Boyolali, medio Januari lalu.

Dalam keterangan lain, mal seluas 11.000 persegi akan dibangun dua lantai dengan nilai investasi sekitar Rp70 miliar. Diperkirakan, mal sudah bisa beroperasi pada Februari 2019.

Seno mengakui pembangunan mal akan mengubah masyarakat menjadi lebih konsumtif. "Tapi keberadaan mal ini nanti akan melengkapi Boyolali sebagai kota modern,” imbuhnya.

Pembangunan mal itu sendiri sudah diwacanakan sejak lama. Bupati Seno membuka peluang bagi investor untuk berinvestasi di Stadion Pandanarang. Termasuk saat dia memberikan sambutan pada peresmian Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penatan Ruang (DPU PR) Boyolali di Jl. Perintis Kemerdekaan Boyolali, 2016.

Wacana ini diikuti pula dengan rencana pembangunan stadion baru di Paras, Kecamatan Cepogo. Menurutnya, Pemkab menganggarkan dana sekitar Rp25 miliar. Pada tahap awal pembangunan tahun ini pihaknya menganggarkan Rp8 miliar. “Rencana awal Rp31 miliar, tapi sepertinya menjadi Rp25 miliar dan tahun ini Rp8 miliar dulu,” kata dia.

Pembangunan stadion berkapasitas 12.000-13.000 penonton ini rencananya akan berlangsung tiga tahun. “Kapasitas penontonnya 12.000-13.000. Setelah tiga tahun selesai sepak bola Boyolali masuk divisi 1,” harapnya. 

 

Desain Mal di Boyolali. (Istimewa/Dok. Pemkab Boyolali)

Pada bagian lain, sejumlah warga di sekitar Stadion Pandanarang menaruh harapan banyak atas keberadaan mal, Mereka berharap pusat perbelanjaan modern itu akan meningkatkan kesejahteraan warga sekitar.

Agus Yulianto, 36, warga RT 3/RW VIII Kampung Ngestiharjo, Kelurahan Siswodipuran, mengaku sudah mendengar kabar rencana pembangunan mal. Namun dia belum mendapat pemberitahuan resmi dari pemerintah kelurahan atau RT setempat. “Sudah dengar, tapi baru katanya-katanya,” ujarnya saat ditemui Selasa (10/4/2018).

Pengelola warung makan di perkampungan sisi utara stadion ini berharap keberadaan mal akan menambah keramaian di sekitarnya. Dampaknya, kunjungan orang ke warung makannya akan meningkat. “Kalau boleh berharap sih nanti kalau ada mal daerah sini jadi ramai sehingga warung saya juga ramai,” ujar Agus didampingi kakaknya, Evi Sulistyaningsih, 41.

Sementara itu, Evi menyiratkan kekhawatiran atas adanya penggusuran perumahan warga untuk perluasan lahan pembangunan mal. “Ya semoga saja tidak ada gusuran sehingga kami tetap bisa berjualan di sini,” ungkapnya.

Sementara itu, warga lain di RT 4/RW VIII, Ny. Budi, 46 punya harapan yang sama dengan Agus. Menurutnya, keberadaan mal diharapkannya membawa dampak ekonomi yang lebih baik ketimbang stadion. “Kalau saya pilih mal daripada stadion, karena stadion kan ramainya tidak setiap hari. Kalau mal kan ramainya setiap hari sehingga pembeli yang datang bisa lebih banyak,” ujar pemilik toko listrik ini.

Sementara itu, Ketua RT 4/RW VIII Suratno berharap pembangunan mal yang merupakan lahan bisnis bagi investor bisa memberikan kesejahteraan bagi mereka dan masyarakat.

“Seyogyanya pembangunan memberikan kesejahteraan bagi dua pihak. Yang pertama bagi pebisnis selaku pemilik modal dan kedua adalah bagi masyarakat,” ujarnya.