Kena Proyek Rel Ganda, Mapolsek Jaten Karanganyar Harus Dibongkar

ilustrasi rel ganda. (Solopos/Dok)
11 April 2018 00:35 WIB Sri Sumi Handayani Karanganyar Share :

Solopos.com, KARANGANYAR -- Puluhan bangunan terdampak proyek pembuatan jalur ganda (double track) Solo-Sragen. Salah satu bangunan itu adalah Mapolsek Jaten di tepi jalan Sragen-Solo, Palur, Jaten, Karanganyar.

Informasi yang dihimpun Solopos.com dari berbagai sumber, sebagian bangunan Mapolsek Jaten terkena proyek tersebut. Selain itu, masih ada puluhan bangunan lain seperti rumah, warung makan, dan lain-lain yang juga terdampak proyek nasional itu.

Bangunan tersebut tidak terlalu jauh dari rel kereta api yang sudah ada. Pihak terkait berulang kali menyosialisasikan kebijakan tersebut kepada warga terdampak proyek. Sosialisasi melibatkan pihak desa, kepolisian, dan lain-lain.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar dan Polres Karanganyar mengambil kebijakan terkait rencana pembangunan proyek jalur ganda Solo-Sragen. Salah satunya memindahkan Mapolsek Jaten ke wilayah lain.

Beberapa waktu lalu, Pemkab sudah membuatkan bangunan di Dukuh Sawahan, Jaten. Tetapi Polsek Jaten urung pindah karena sejumlah pertimbangan.

Kapolres karanganyar, AKBP Henik Maryanto, membenarkan Mapolsek Jaten terdampak proyek double track Solo-Sragen. "Iya rencananya pindah karena hampir sebagain bangunan Mapolsek [Jaten] terkena. Dari pemerintah bersama muspika sudah rapat. Nanti ditempatkan atau dipindah ke mana baru pembahasan," kata Kapolres saat dihubungi Solopos.com, Selasa (10/4/2018).

Perihal gedung yang dibuat Pemkab Karanganyar untuk dijadikan Mapolsek Jaten, Kapolres menyampaikan sejumlah pertimbangan. Sejumlah pihak menyampaikan lokasi itu kurang strategis dan kurang memenuhi standar kantor polisi sektor.

"Kalau yang sudah disediakan, kayaknya kurang strategis. Kurang memadai untuk kantor polsek. Jauh dari objek vital dan pusat kegiatan masyarakat," jelas Kapolres.

Proyek pembangunan jalur ganda ditangani satuan kerja dari pemerintah pusat. Manager Humas PT KAI Daops/VI Yogyakarta, Eko Budiyanto, menyampaikan tidak berani memberikan komentar lebih banyak.

"Itu dikerjakan satker. Jadi kami tidak berani memberikan komentar. Soal sosialisasi itu juga," ujar dia saat dihubungi Solopos.com, Selasa.

Sementara itu, Camat Jaten, Aji Pratama Heru Kristianto, menyampaikan warga terdampak proyek tersebut sudah mendapatkan sosialisasi beberapa kali dari pihak terkait. "Iya ada sosialisasi. Harapannya masyarakat tahu. Itu nanti tim dari PT KAI sedang menghitung, menentukan hak warga terdampak," tutur Heru, sapaan akrabnya.