Bayi Perempuan Baru Lahir Ditemukan di Musala Giriwoyo Wonogiri

Bidan Dewi Mardiyanti, 41, menggendong bayi yang ditemukan di musala Demesan RT 002 - RW 004, Kelurahan Giriwoyo, Wonogiri, beberapa waktu lalu. (Istimewa/Dewi Mardiyanti)
11 April 2018 22:35 WIB Rudi Hartono Wonogiri Share :

Solopos.com, WONOGIRI -- Warga Demesan, Kelurahan Giriwoyo, Kecamatan Giriwoyo, Wonogiri, menemukan bayi perempuan yang ditinggalkan di dekat Musala Darul Khoir dusun setempat RT 002/RW 004, Rabu (11/4/2018) petang. Setelah ditemukan bayi dirawat bidan di Ketro, Guwotirto, Giriwoyo.

Informasi yang dihimpun Solopos.com, Rabu malam, bayi itu kali pertama ditemukan warga yang akan Salat Magrib. Saat itu sesudah azan dikumandangkan warga mendengar ada suara bayi menangis.

Sumber suara dari luar musala. Setelah dicek di teras musala terdapat kardus susu anak yang di dalamnya terdapat bayi yang dibungkus sarung, mukena, handuk, dan kaus. Warga lalu membawanya masuk ke musala.

Setelah salat, warga melihat kondisi bayi. Bayi itu masih memiliki tali pusar tetapi sudah tidak ada plasenta. Selanjutnya warga memberi tahu aparat Polsek Giriwoyo. Polisi membawa bayi itu ke tempat praktik bidang di Ketro untuk dirawat.

Bidan yang merawat bayi, Dewi Mardiyanti, 41, kepada Solopos.com menginformasikan kondisi bayi secara umum sehat dan normal. Hanya ada sedikit luka di pergelangan tangan kiri.

Beratnya 2,3 kg atau di bawah ideal sehingga termasuk berat badan lahir rendah (BBLR). Berat bayi ideal minimal 2,5 kg. Dewi menduga hal itu terjadi karena bayi tidak mendapat perawatan yang layak setelah lahir.

“Saat saya terima bayi masih memiliki tali pusar sepanjang 10 cm, tetapi tanpa plasenta. Bekas potongan tali pusat tidak beraturan. Kemungkinan dipotong pakai silet atau pisau,” kata Dewi.

Selain itu kepala dan sekujur tubuh bayi masih ada darah segar. Dewi menduga saat ditemukan, bayi lahir belum lama, maksimal satu jam. Informasi ditemukannya bayi menyebar dengan cepat.

Warga berbondong-bondong ke rumah Dewi untuk melihat bayi tersebut. Bahkan, tak sedikit dari mereka yang sudah menyampaikan ingin mengadopsinya. Warga Jakarta pun menyampaikan keinginan yang sama.

Tak lama setelah menerima bayi, Dewi mengaku dihubungi seseorang dari Jakarta yang ingin mengadopsi bayi tersebut. Dia tak mengetahui orang itu mengetahui nomornya dari siapa. "Saya saja bersedia mengadopsinya,” ulas dia.

Hingga berita ini dibuat, Kapolsek Giriwoyo, AKP Mulyanto, belum dapat dimintai konfirmasi. Saat Solopos.com menghubungi nomor teleponnya tidak tersambung.