Listrik Sering Mati Bikin Aktivitas Pedagang Pasar Legi Solo Terganggu

Pasar Legi Solo. (Solopos/Sunaryo Haryo Bayu)
12 April 2018 05:35 WIB Bayu Jatmiko Adi Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Sejumlah pedagang di Pasar Legi Solo mengeluhkan listrik yang kerap mati sejak beberapa hari lalu. Listrik yang sering mati dinilai merugikan dan mengganggu aktivitas jual beli di pasar tersebut.

Bagian pasar yang mengalami gangguan listrik tersebut adalah lantai bawah sisi timur. Menurut keterangan pedagang, pada Senin (9/4/2018) siang listrik di tempat jualannya mati tiga kali. Salah satu pedagang, Sri, mengaku harus kehilangan pelanggan karena listrik padam.

"Sedang ada pelanggan, sedang lihat-lihat barang, lampunya mati, akhirnya orangnya pergi tidak jadi belanja karena gelap. Ini tidak hanya sekali," kata Sri, Senin.

Menurutnya, kondisi tersebut terjadi sejak Sabtu (7/4/2018). Dia berharap kondisi tersebut dapat segera teratasi agar tidak mengganggu aktivitas jual beli di pasar bawah. "Hanya bagian timur ini, yang lain normal," kata dia.

Hal tersebut juga dibenarkan pedagang lain, Ningsih. Selain mengganggu kegiatan jual beli karena pasar menjadi gelap, matinya listrik juga berdampak pada kualitas barang.

"Bagi yang menjual bawang, perlu menggunakan kipas angin untuk mengerikan bawang. Kalau listrik mati, kipas angin tidak bisa menyala," terang dia.

Namun dia mengatakan kondisi listrik di blok timur lantai bawah di Pasar Legi sudah berangsur membaik. "Kemarin [Selasa, 10/4/2018] hanya mati sekali. Kalau hari ini sampai siang ini tidak mati lagi," kata dia saat ditemui Solopos.com di lapaknya, Rabu (11/4/2018).

Namun begitu dia berharap kondisi listrik di dalam pasar yang sering mengalami gangguan tidak terulang kembali. Sementara itu Kepala Pasar Legi, Marsono, mengatakan matinya listrik di lantai bawah sisi tinur karena adanya masalah pada meteran listrik atau mini circuit breaker (MCB).

"Jadi ada tiga meteran, kebetulan yang bermasalah hanya satu yang lantai bawah itu. Bagian lain tidak ada masalah. Saat ini sudah ditangani dari PLN maupun tim teknis Dinas Perdagangan," kata dia, Rabu.