Infrastruktur Sragen: Jembatan Bejingan Masaran Rusak Parah Tak Kunjung Diperbaiki, Ini Penyebabnya

Kondisi Jembatan Bejingan di Masaran, Sragen. (Solopos/Kurniawan)
12 April 2018 01:35 WIB Kurniawan Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN -- Kerusakan Jembatan Bejingan di Pilang, Masaran, Sragen, kian parah lantaran tak kunjung diperbaiki. Sejak kali pertama mengalami kerusakan pada 2016, jembatan selebar lebih kurang empat meter itu belum diperbaiki hingga tahun ini.

Alasannya anggaran perbaikan jembatan itu belum masuk APBD Sragen 2018. Pantauan Solopos.com, Selasa (10/4/2018), sejumlah pengguna jalan terutama pejalan kaki dan pengendara sepeda motor, nekat melintasi jembatan tersebut kendati sudah ada barikade dari tanah.

Sedangkan pengendara mobil dialihkan melalui jalan kampung. Salah seorang pengguna jalan, Woto, mengaku heran dengan tak kunjung diperbaikinya jembatan itu. Padahal jembatan itu memiliki peranan cukup vital.

Saban hari banyak warga yang memanfaatkan jalur itu dari Masaran menuju Pilang atau sebaliknya. "Mestinya ya segera diperbaiki. Kasihan warga yang harus lewat jalur itu tiap hari," tutur dia.

Selain perbaikan jembatan, Woto juga menilai perlunya pelebaran jalur Masaran-Pilang. Jalan itu vital bagi aktivitas ekonomi masyarakat. Di Pilang banyak pengrajin batik.

Artinya mereka butuh infrastruktur yang layak untuk mendukung pengembangan usaha tersebut. "Kan sebenarnya pemerintah bisa mengembangkan wisata sentra usaha batik warga," kata dia.

Wakil Ketua DPRD Sragen, Bambang Widjo Purwanto, saat diwawancarai Solopos.com, Rabu (11/4/2018), mengonfirmasi belum ada anggaran perbaikan Jembatan Bejingan di APBD Sragen 2018. Belum dialokasikannya anggaran tersebut karena anggaran yang sama sudah dialokasikan pada APBD 2017 namun tidak diserap dan tidak dicoret dari APBD.

Karena itulah, Pur melanjutkan bila anggaran yang sama dialokasikan pada 2018 malah bisa terjadi anggaran ganda. "Kami menyayangkan kondisi itu. Seharusnya dulu di-drop," imbuh dia.

Dalam proses itu Pur menilai pihak yang paling bertanggung jawab atas belum dianggarkannya perbaikan Jembatan Bejingan adalah Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sragen. "Jadi itu murni kesalahan DPUPR. Mestinya sepanjang 2017 alokasi anggaran yang sudah ada bisa diserap 100 persen termasuk anggaran perbaikan Jembatan Bejingan yang mendesak," urai dia.

Politikus Partai Golkar tersebut berharap ke depan Pemkab mempersiapkan dengan matang agenda perbaikan jalan dan jembatan. Tujuannya agar tak ada agenda perbaikan yang tercecer.