2 Pejabat Disdik Klaten Berstatus Tersangka Korupsi Dilengser dari Jabatannya

Pelantikan dan mutasi pejabat Pemkab Klaten di Tourism Information Center (TIC) Wisata Mandala, Desa Tlogo, Prambanan, Rabu (11/4 - 2018) siang. (Solopos/Taufiq Sidik Prakoso)
12 April 2018 04:35 WIB Taufik Sidik Prakoso Klaten Share :

Solopos.com, KLATEN -- Bupati Klaten Sri Mulyani melantik dan memutasi seratusan pejabat administrator (eselon III), pengawas (eselon IV), serta fungsional, Rabu (11/4/2018) siang. Di antara pejabat yang dimutasi ada dua pejabat Disdik yang berstatus tersangka kasus korupsi.

Pelantikan dan pengambilan sumpah janji digelar di Tourism Information Center (TIC) Wisata Mandala, Desa Tlogo, Kecamatan Prambanan. Pelantikan pejabat di tempat tak biasa itu sudah dilakukan Mulyani untuk kali ketiga setelah sebelumnya melantik para kades di kawasan Objek Wisata Watuprahu dan Bukit Cinta.

Pelantikan pejabat eselon II juga dilakukan di kompleks makam R. Ng. Ronggowarsito. Salah satu alasan pelantikan di lokasi-lokasi itu untuk memopulerkan potensi wisata di Klaten.

Seratusan pejabat yang dilantik siang itu terdiri dari 15 pejabat administrator dan 49 pejabat pengawas. Selain itu, dilakukan pengangkatan 26 koordinator wilayah (korwil) kecamatan bidang pendidikan.

Pengangkatan korwil dilakukan setelah unit pelaksana teknis dinas (UPTD) pendidikan resmi dihapus. Selain itu, ada pelantikan tujuh ASN yang mendapat tugas tambahan sebagai kepala puskesmas. Siang itu juga digelar pengangkatan enam pengawas sekolah.

Bupati Klaten, Sri Mulyani, mengatakan penghapusan UPTD Pendidikan menyesuaikan dengan keluarnya Permendagri 12/2017 tentang Pendoman Pembentukan dan Klasifikasi Cabang Dinas dan UPTD. Alhasil, kepala UPTD Pendidikan yang dialihkan menjadi korwil kecamatan semula pejabat struktual eselon IV menjadi pejabat fungsional.

“Kami kan hanya mengikuti kebijakan pusat. Semua harus segera menyesuaikan bekerja seperti semula. Memang menjadi keputusan yang berat tetapi, semua sudah legawa dan bekerja dengan baik. Pesan saya mari bekerja bersama,” kata Mulyani saat ditemui seusai pelantikan.

Dari belasan pejabat administrator yang dilantik, posisi jabatan Kabid Pembinaan SD Disdik dan Sekretaris Disdik Klaten diganti. Sekretaris Disdik Klaten kini dijabat Sri Nugroho yang semula Kasubid Kesejahteraan Sosial Bappeda Klaten. Kabid Pembinaan SD Disdik kini dijabat Wahyu Sugiharja yang semula menjabat Kepala UPTD Pendidikan Jogonalan.

Sudirno yang sebelumnya menjabat Sekretaris Disdik dan Bambang Teguh Setya yang sebelumnya menjabat Kabid Pembinaan SD Disdik kini menjadi pengawas sekolah. “Posisi Kabid Pembinaan SD dan sekretaris kan sudah diisi pejabat baru. Pak Bambang dan Pak Dirno, SK [sebagai pengawas] sudah diserahkan Pak Sekda [Rabu] pagi tadi,” urai Mulyani.

Sebagai informasi, Sudirno dan Bambang ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi oleh KPK sejak Juli 2017. Sudirno menjadi tersangka diduga bersama mantan Bupati Klaten, Sri Hartini, menerima hadiah atau janji terkait proyek buku dan rehabilitasi fisik di Disdik 2016.

Sementara Bambang ditetapkan tersangkat terkait dugaan suap jabatan rentetan operasi tangkap tangan (OTT) KPK akhir 2016 silam. Mulyani menjelaskan Pemkab menunggu keputusan hukum tetap atau inkracht soal posisi Bambang dan Sudirno yang menjadi tersangka.

“Setelah ada keputusan inkracht kami baru mengambil sikap. Tetap asas praduga tak bersalah dikedepankan,” katanya.

Kepala Disdik Klaten, Sunardi, mengatakan penempatan Sudirno dan Bambang sesuai pengalaman kerja keduanya. “Sesuai dengan pengalaman kerja dan sudah dilakukan, Pak Dirno pernah menjadi penilik, Pak Bambang pernah menjadi guru, pernah menjadi penilik sekarang diberikan tugas sebagai pengawas sekolah,” urai dia.