Warga Colomadu Tolak Gerbang Tol Diberi Nama Kartasura

Sejumlah warga membentangkan spanduk di dekat pintu gerbang tol Desa Ngasem, Colomadu, Karanganyar, Selasa (10/4 - 2018) petang. (Solopos/Iskandar)
12 April 2018 17:19 WIB Iskandar Karanganyar Share :

Solopos.com, KARANGANYAR -- Puluhan warga dari elemen Forum Komunikasi Pemuda Colomadu (FKPC) Karanganyar dan sejumlah warga dari beberapa desa menggelar aksi di pintu tol Solo-Kertosono (Soker) di Desa Ngasem, Colomadu, Karanganyar, Selasa (10/4/2018) petang.

Mereka memprotes penamaan gerbang tol setempat yang dinamai gerbang tol Kartasura. “Lokasi pintu gerbang ini berada di Desa Ngasem, Kecamatan Colomadu, tetapi kenapa kok ditulis Kartasura. Karena itu kami menuntut agar nama Kartasura diganti dengan Colomadu sesuai lokasi gerbang tol,” ujar Ketua FKPC, Sigit Suroto, ketika ditemui di lokasi, Selasa petang.

Warga mendesak pengelola tol mengganti nama tersebut secepatnya. Setidaknya dalam satu pekan ini nama gerbang tol Kartasura sudah diganti menjadi Colomadu.

Selama nama gerbang tol belum diganti, warga meminta pengelola tol menutup nama gerbang tol Kartasura lebih dulu. Dengan demikian tulisan tersebut tidak terbaca masyarakat luas.

Sementara itu salah seorang warga Colomadu lainnya, Ananto, mengatakan warga setempat banyak yang bertanya-tanya pemberian nama gerbang tol di Ngasem ini dengan nama Kartasura. Ngasem merupakan salah satu bagian dari Kecamatan Colomadu, Karanganyar, sedangkan Kartasura masuk wilayah Sukoharjo.

“Kalau ingin menonjolkan nama kecamatan mestinya Colomadu, bukan Kartasura. Lokasi tol ini ada di Desa Ngasem, Kecamatan Colomadu, Karanganyar,” kata dia.

Di sisi lain, dia mengapresiasi pengelola tol yang responsif terhadap tuntutan warga. Nama gerbang tol Kartasura yang dipasang di pintu tol itu pada Selasa malam ditutup kain dan tak kelihatan lagi.

Menanggapi aksi tersebut perwakilan dari pengelola tol, Teja Darundia, yang berada di lokasi mengatakan tuntutan warga telah diakomodasi. Karena itu dalam waktu dekat nama gerbang tol Kartasura yang telah terpasang di pintu gerbang itu akan diganti.

“Sudah ada persetujuan dan sekarang ini sedang dalam proses pemesanan tulisan. Mungkin nanti kalau sudah selesai segera diganti,” ujar dia ketika ditemui di lokasi.

Aksi di jalan tol dekat pintu gerbang tol Ngasem tersebut berlangsung tertib. Dijaga sejumlah anggota Polsek Colomadu, Satpol PP Karanganyar dan petugas lainnya, sejumlah anggota FKPC membentangkan spanduk bertuliskan tuntutan perubahan nama gerbang tol disesuaikan dengan nama lokasi.

Mereka membentangkan spanduk di dekat gerbang tol sambil meneriakkan tuntutan perubahan nama. Sebelum aksi bubar, spanduk yang mereka bawa dipasang di gerbang tol tersebut.

Pada 2017, pintu tol tersebut sempat difungsikan untuk arus mudik dan balik Lebaran. Rencananya pada Lebaran 2018 pintu tol itu sudah dibuka untuk memecah kepadatan arus lalu-lintas di Solo dan sekitarnya.