Sedekah 5 Kepala Kerbau Tandai Giling Tebu PG Tasikmadu Karanganyar

Cembrengan (selamatan giling) 2018 di Pabrik Gula Tasikmadu, Karanganyar, Kamis (12/4 - 2018). (Solopos/Sunaryo Haryo Bayu)
12 April 2018 17:48 WIB Sri Sumi Handayani Karanganyar Share :

Solopos.com, KARANGANYAR -- Pabrik Gula (PG) Tasikmadu menggelar kenduri untuk menandai dimulai proses giling tebu tahun ini, Kamis (12/4/2018). Selamatan dimulai dengan mempersembahkan lima kepala kerbau lengkap dengan uba rampe.

Uba rampe masih sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Ada buah-buahan, kosmetika, pisang satu sisir, kembang setaman, hasil panen, dan lain-lain. Uba rampe diarak rombongan lelaki mengenakan pakaian beskap di kompleks pabrik gula  itu.

Mereka membawa sesaji ke gedung PTPN IX PG Tasikmadu. Setiap sesaji diletakkan di masing-masing stasiun pengolahan tebu. Jumlah kepala kerbau tahun ini berkurang dua. Tahun lalu ada tujuh kepala kerbau yang dipersembahkan.

Manager PG Tasikmadu, Bambang Sutrisno, menuturkan jumlah kepala kerbau tidak memengaruhi pelaksanaan tradisi sebelum menggiling tebu. "Namanya sedekah, sesuai kemampuan. Tidak harus berapa. Sedekah dari dulu pakemnya kepala kerbau. Ini bagian dari tradisi, pelestarian budaya. Karyawan kurang sreg kalau enggak diadakan," kata Bambang saat ditemui wartawan seusai acara.

Selamatan itu mengawali proses mengiring dua pengantin tebu pada Jumat (28/4/2018) pagi. Tebu temanten diambil dari dua kebun, yakni di Pandeyan, Grogol, Sukoharjo, untuk tebu lelaki bernama Bagus Baskara dan tebu perempuan dari kebun Suruh, Tasikmadu, Karanganyar, bernama Rara Ayu Parastri. Sesepuh lah yang mencarikan jodoh itu.

Sebelum kenduri, mereka melaksanakan ziarah ke sejumlah makam leluhur di Astana Mangadeg dan Astana Giribangun. Kegiatan rutin setiap tahun itu diharapkan merekatkan silaturahmi seluruh karyawan PG Tasikmadu.

"Sedekah memohon pada Allah agar saat giling semua diberikan kesehatan, keselamatan karyawan pabrik  maupun produksi. Ini rutin setiap tahun sekali. Sudah tradisi sejak pabrik kali pertama berdiri," tutur dia.

Bambang menyampaikan PG Tasikmadu menargetkan menggiling 335.000 ton tebu dan menghasilkan 26.800 ton gula. PG Tasikmadu akan mulai menggiling pada 21 Mei. Dia berharap proses menggiling tidak terlambat. Salah satu pertimbangan adalah teknis.

PG Tasikmadu menerima tebu dari sejumlah kabupaten, yaitu Karanganyar, Sukoharjo, Wonogiri, Boyolali, Grobogan, Klaten, Semarang, Sragen, bagian Barat, dan Ngawi bagian barat.

"Nanti tergantung kedatangan komponen alat. Ass di stasiun penggilingan satu sedang dalam perjalanan. Pasokan tebu 80% dari Karanganyar. Sisanya dari Sukoharjo, Klaten, Wonogiri, Boyolali, Semarang, Sragen bagian barat, Ngawi bagian barat."