Belum Dapat Kartu Tani, Petani Sukoharjo Ditolak Beli Pupuk Bersubsidi

ilustrasi pupuk. (Solopos/Dok)
13 April 2018 09:35 WIB R Bony Eko Wicaksono Sukoharjo Share :

Solopos.com, SUKOHARJO -- Sejumlah petani di Desa Mertan, Kecamatan Bendosari, Sukoharjo, kelimpungan lantaran tak bisa mendapatkan pupuk bersubsidi. Mereka belum menerima kartu tani  untuk menebus pupuk bersubsidi di pengecer.

Informasi yang dihimpun Solopos.com, Kamis (12/4/2018), puluhan petani di Desa Mertan belum tercatat dalam database pembuatan kartu tani. Mereka belum menerima kartu tani sesuai program yang digulirkan Pemprov Jateng pada 2017.

Padahal, kartu tani perlu untuk menebus pupuk bersubsidi seperti phonska dan urea di pengecer pupuk. Tanpa kartu tani, mereka tak bisa mendapatkan pupuk bersubsidi. Imbasnya, para petani yang belum menerima kartu tani harus merogok kocek lebih dalam untuk membeli pupuk nonsubsidi yang harganya jauh lebih mahal dibanding pupuk bersubsidi.

“Saya dan lima petani lainnya telah melengkapi berkas administrasi pembuatan kartu tani. Saat hendak membeli pupuk  di pengecer ditolak lantaran tak memiliki kartu tani,” kata seorang petani asal Desa Mertan, Sujarno, saat berbincang dengan Solopos.com, Kamis (12/4/2018).

Menurut Sujarno, syarat pembuatan kartu tani adalah menyerahkan fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Surat Tanda Terima Pemberitahuan (STTP) kepada instansi terkait. Jatah pupuk bersubsidi masing-masing petani berbeda tergantung luas lahan pertanian.

Hingga sekarang Sujarno dan sejumlah petani lainnya belum menerima kartu tani kendati telah menyerahkan berkas persyaratan pembuatan kartu tani kepada pengurus gabungan kelompok tani (gapoktan). “Saya berharap ada solusi alternatif dari instansi terkait agar para petani yang belum menerima kartu tani tetap mendapatkan pupuk bersubsidi,” papar dia.

Tanaman padi pada awal masa tanam harus diberi pupuk secara berkala. Apabila tak diberi pupuk pertumbuhan tanaman padi akan terhambat. Imbasnya, hasil panen padi  tak maksimal.

Sebagian petani yang belum menerima kartu tani terpaksa menggunakan pupuk organik atau kandang. “Saya khawatir produksi padi anjlok lantaran pertumbuhan tanaman padi terhambat. Kami kesulitan mendapatkan pupuk bersubsidi karena belum menerima kartu tani,” tutur Sujarno.

Sementara itu, Ketua Gapoktan di Desa Mertan, Bambang Sadono, mengatakan jumlah petani yang belum menerima kartu tani lebih dari 50 orang. Bambang meminta para petani segera melengkapi berkas persyaratan pembuatan kartu tani. Bambang mengaku telah berulang kali menanyakan perkembangan pembuatan kartu tani kepada instansi terkait.

Bambang juga telah meminta instansi terkait menyusun Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) baru pupuk bersubsidi. “Informasi yang saya dapat kartu tani itu diterbitkan perbankan sehingga Pemkab Sukoharjo hanya bisa menunggu lantaran tak berwenang membuat kartu tani,” kata dia.