Demo Sukmawati, Ketua FPI Sragen Bersitegang dengan Kapolres

Aksi unjuk rasa FUIS di depan Mapolres Sragen, Jumat (13/4 - 2018). (Solopos/Tri Rahayu)
13 April 2018 17:35 WIB Tri Rahayu Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN -- Ketua Front Pembela Islam (FPI) Sragen Mala Kunaifi bersitegang dengan Kapolres Sragen AKBP Arif Budiman saat aksi unjuk rasa menuntut penangkapan dan pengadilan Sukmawati yang dianggap melecehkan agama di depan Mapolres Sragen, Jumat (13/4/2018) siang.

Mereka bersitegang berkaitan dengan lokasi penyerahan dokumen dari Forum Umat Islam Sragen (FUIS) untuk Kapolri. Dalam orasinya, Mala yang juga Ketua FUIS meminta Kapolres tetap menunggu sampai orasi selesai.

Orasi tertap berjalan terus. Mala turun dari mobil dan berkerumun dengan pimpinan ormas lainnya. Mereka berembuk untuk menyerahkan dokumen surat ke Kapolri lewat Polres Sragen.

Mereka menghendaki penyerahan dokumen itu dilakukan di ruang dalam gedung Polres Sragen. Semula Kapolres menolak menerima mereka di dalam kantor Polres Sragen. Kapolres bersedia menerima di depan Mapolres Sragen kalau sekadar menyerahkan dokumen surat untuk Kapolri.

Penjelasan Kapolres itu ditentang Mala dan pimpinan ormas lainya. Mala pun sempat berteriak agar kalau ada polisi datang ke pondok pesantren tidak usah dilayani dan disuruh masuk rumah.

Dia menyatakan para ulama FUIS yang terang-terangan datang tetapi hanya diterima di pinggir jalan. Hal itu membuat Mala naik pitam. “Gedung Polres itu juga milik rakyat. Kenapa untuk menerima di dalam gedung itu saja susahnya bukan main. Ini namanya tidak menghormati para ustaz ini,” ujarnya.

Kapolres berupaya menyampikan jalan solusi. Dia mempertanyakan tujuan FUIS ke Mapolres Sragen itu mau apa, aksi demo atau silaturahmi. Kalau aksi demo ya saya terima di depan Mapolres Sragen. Kalau tujuan silaturahmi tentunya Kapolres siap menerima di Kantor Mapolres.

“Kalau mau aksi ya silakan aksi. Kalau mau audiensi ya aksinya diselesaikan dulu. Saya bukannya tidak menghormati, saya datang sendiri dalam situasi aksi itu suatu bentuk penghormatan. Lihat tidak ada personel yang berjaga di sini,” katanya.

Ketegangan itu akhirnya berhenti dan 10 perwakilan FUIS memasuki ruang lobi Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK). Di forum itu, Mala sempat menyampaikan informasi seperti orang berorasi.

Kapolres sempat mengingatkan bila kedatangan di dalam Mapolres hanya menyerahkan dokumen dan tidak ada orasi. Akhirnya dokumen surat untuk Kapolri diserahkan kepada Kasat Intelijen dan Keamanan (Intelkam) Polres Sragen AKP Yun Iswandi.

“Setelah ini, saya minta semua massa demostran kembali ke rumah masing-masing dengan tertib. Patuhi aturan lalu lintas dan jangan menganggu pengguna jalan lainnya,” imbaunya.

Sebelum ke Mapolres, massa aksi berkumpul di Masjid Al Falah Sragen. Mereka lalu melakukan long march ke Mapolres Sragen yang berjarak kurang lebih 1 km. Mereka mendesak kepada aparat kepolisian segera menangkap Sukmawati  yang dianggap menghina umat Islam lewat puisi yang berjudul Ibu Indonesia.

Massa FUIS yang dikoordinasi Ketua Front Pembela Islam (FPI) Sragen Mala Kunaifi itu berhenti di depan Mapolres Sragen. Selama perjalanan mereka dikawal sejumlah aparat kepolisian. Di sejumlah persimpangan jalan juga ada polisi yang mengatur lalu lintas supaya perjalanan rombongan aksi itu tidak berbenturan dengan pengguna jalan.

Di depan Mapolres Sragen, perwakilan dari ormas yang menyampaikan orasi yang intinya mengutuk Sukmawati  dan mendesak kepolisian untuk menangkap dan mengadili Sukmawati. Ketua Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) Sragen, Suwandi, mengawali orasi mendukung Polri segera menangkap Sukmawati karena dinilai melecehkan agama. Aksi berlangsung mulai pukul 13.00 WIB hingga pukul 14.00 WIB.