Harga Beras Sukoharjo Berangsur Turun di Bawah HET

Pedagang barang kebutuhan pokok, Yuna, memperlihatkan beras medium di karung goni di Pasar Ir. Soekarno, Sukoharjo, Minggu (15/4 - 2018). (Solopos/Bony Eko Wicaksono)
15 April 2018 18:35 WIB R Bony Eko Wicaksono Sukoharjo Share :

Solopos.com, SUKOHARJO -- Harga beras medium di sejumlah pasar tradisional Sukoharjo berangsur turun menjadi Rp9.000 per kilogram (kg) atau di bawah harga eceran tertinggi (HET) beras yang ditetapkan pemerintah yakni Rp9.450 per kg. Kondisi ini dipengaruhi panen raya padi di wilayah Sukoharjo.

Pemerintah mewajibkan para pedagang pasar tradisional menjual beras medium sesuai HET mulai Jumat (13/4/2018). Langkah ini dilakukan untuk menstabilkan harga beras medium menjelang Bulan Puasa pada pertengahan Mei mendatang sehingga harga beras medium tak melonjak secara signifikan saat Ramadan.

Sebelum kebijakan ini diberlakukan, harga beras medium di pasaran sudah turun mendekati HET. Bahkan, harga beras medium turun drastis menjadi Rp9.000 per kg pada pekan lalu.

“Harga beras medium mulai turun sejak Maret lalu. Sekarang [harga beras medium] sudah di bawah HET beras yang ditetapkan pemerintah,” kata Yuna, seorang pedagang kebutuhan pokok di Pasar Ir. Soekarno, Sukoharjo, Minggu (15/4/2018).

Yuna membeberkan harga beras medium melambung tinggi pada awal 2018. Harga beras medium di pasaran di atas Rp12.000 per kg. Kondisi ini terjadi merata di setiap daerah di Indonesia.

Pemkab Sukoharjo bersama Perum Bulog langsung melaksanakan operasi pasar (OP) di tiga pasar tradisional yakni Pasar Tawangsari, Pasar Bekonang, dan Pasar Gawok pada akhir Februari. “Saat itu, harga beras medium masih tinggi kendati OP digelar berulang kali. Tak berpengaruh pada harga beras medium di pasaran,” ujar dia.

Harga beras medium mulai turun saat sebagian petani memanen padi di lahan pertanian saat masa tanam (MT) II. Produksi padi melimpah yang berimplikasi pada turunnya harga beras di pasaran. Terlebih, wilayah Sukoharjo merupakan salah satu lumbung padi di Jateng.

Pernyataan senada diungkapkan pedagang kebutuhan pokok lainnya, Sumarso. Saat harga beras medium melonjak tajam, tingkat permintaan beras turun dibanding hari biasa. Kini, tingkat permintaan kembali normal setelah harga beras medium turun drastis pada awal April.

Kendati demikian, Sumarso memprediksi harga beras medium kembali naik menjelang Ramadan. Masyarakat dipastikan menyerbu pasar tradisional untuk memborong kebutuhan pokok termasuk beras untuk persediaan libur Lebaran.

“Pada Bulan Puasa sebelumnya selalu naik [harga beras medium]. Tak hanya beras namun harga komoditas pangan lainnya seperti gula, minyak goreng hingga bumbu dapur,” kata dia.