2 Nyawa Melayang akibat Tenggelam di 2 Objek Wisata Boyolali

Anggota Polsek Wonosegoro melihat lokasi Kedung Goro, tempat seorang warga tenggelam, Minggu (15/4 - 2018). (Istimewa/Kapolsek Wonosegoro)
15 April 2018 18:15 WIB Aries Susanto Boyolali Share :

Solopos.com, BOYOLALI -- Dua orang meregang nyawa akibat kecelakaan air  di dua tempat berbeda di Boyolali, Minggu (15/4/2018). Dua lokasi insiden itu yakni umbul pemandian Pengging, Banyudono dan Kedung Goro, Desa Bolo, Wonosegoro.

Informasi yang dihimpun Solopos.com, insiden maut pertama terjadi di Umbul Pemandian Pengging, Banyudono, sekitar pukul 12.30 WIB. Korbannya seorang bocah berusia delapan tahun, Rafa Rido, warga Dukuh Mranggen, RT 002/RW 003 Desa Pandeyan, Kecamatan Grogol, Sukoharjo.

Raffa meninggal dunia tak berapa lama setelah dievakuasi dari lokasi kolam renang khusus orang dewasa. "Dalam perjalanan menuju Rumah Sakit Nilla Husada, korban sudah tak sadarkan diri dan meninggal dunia," ujar petugas piket Polsek Banyudono, Aiptu Tarso, mewakili Kapolsek AKP Suradi, kepada Solopos.com.

Berdasarkan keterangan di lokasi, saat kejadian kecelakaan  air itu, Raffa bermain air di Umbul Pengging khusus anak-anak bersama kedua orang tuanya. Nahas, saat orang tuanya tak memperhatikan, Rafa diduga melompati batas kolam renang anak-anak dan dewasa.

Seketika bocah itu tenggelam hingga nyawanya tak tertolong. "Orang tuanya, Ny. Suyatmi, sebenarnya mendampingi Raffa. Namun, pas ditinggal menoleh atau gimana, anaknya itu melewati pembatas kolam renang dewasa," jelasnya.

Atas insiden maut itu, Tarso mengingatkan kepada orang tua agar tak sembrono saat membawa anak-anak ke kolam renang, khususnya kolam orang dewasa. "Ini menjadi peringatan bagi kita semua, agar selalu waspada ketika di kolam renang. Apalagi tak ada petugas yang bisa memantau setiap pengunjung," jelasnya.

Insiden maut yang sama juga terjadi di Kedung Goro, di Desa Bolo, Wonosegoro. Dalam insiden itu, seorang warga Dukuh Jering, Desa Wates, Simo, Muhammad Nur Aksan, 28, meninggal dunia saat mandi di sungai yang cukup dalam itu. Nur Aksan berhasil dievakuasi dalam keadaan hidup namun tak tertolong saat perjalanan menuju RS Sisma Medika, Karanggede.

Kapolsek Wonosegoro, AKP Warsito, mengonfirmasi informasi mengenai kecelakaan  air itu. "Saat ini sedang ditangani anggota kami," ujarnya.

Informasi yang dihimpun Solopos.com, Nur Aksan datang ke lokasi bersama teman-temannya selepas menghadiri acara hajatan sekitar pukul 14.00 WIB. Nur Aksan lantas menceburkan diri ke sungai yang cukup dalam serta ada pusaran air di dasar batu raksasa di Kedung Goro.

Nur Aksan diduga tak sanggup berenang sehingga terseret pusaran air hingga nyawanya tak tertolong. "Kalau Minggu memang banyak sekali pengunjungnya. Kami sulit memantau satu per satu pengunjung," ujar Suratno, salah satu pegawai Kecamatan Wonosegoro yang mengelola Kedung Goro.

Suratno menambahkan sebenarnya di lokasi sudah terdapat papan peringatan larangan mandi bagi anak-anak atau yang tak bisa berenang. Apalagi ketika arus sungai cukup kencang.