Penipuan Sragen: Dukun Palsu Tipu Belasan Warga Kalijambe

Ilustrasi penipuan (Solopos/Whisnu Paksa)
19 April 2018 16:35 WIB Kurniawan Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN -- Aparat Polsek Kalijambe, Sragen, menangkap Suprapto, warga Dukuh Tegalan RT 004/RW 006 Desa Donohudan, Ngemplak, Boyolali, lantaran diduga menipu  belasan warga dengan mengaku sebagai dukun, Selasa (17/4/2018) dini hari.

Suprapto ditangkap di rumah seorang warga Desa Bukuran, Kalijambe, bernama Husein. Dia diduga menipu belasan orang dengan modus mengaku bisa mengobati orang sakit dan mendatangkan rezeki. Polisi  mengamankan sejumlah barang bukti tindak kejahatan Suprapto.

Informasi yang diperoleh Solopos.com, barang bukti itu di antaranya lima botol minyak wangi, satu paku berwarna emas, satu unit sepeda motor Honda Supra berpelat nomor AD 3509 BH, dan empat jimat. Ada juga barang bukti berupa uang tunai Rp400.000.

Kasus tersebut bermula pada Oktober 2017. Saat itu Suprapto datang ke Bukuran, Kalijambe, tepatnya di kediaman Daryanto. Kedatangan Suprapto ke rumah Daryanto untuk memperbaiki jaringan listrik di rumahnya. Pada kesempatan itu, saat bertemu dengan warga, dia mengaku bisa bisa menyembuhkan orang sakit.

Di hadapan beberapa warga, Suprapto juga mengaku dapat mendatangkan rezeki. Selang beberapa bulan, tepatnya pada 2 Februari 2018, beberapa warga menemui Suprapto untuk meminta bantuan.

Salah satu warga, Amirah, 48, warga Bukuran, telanjur percaya dengan perkataan Suprapto dan menyerahkan uang Rp300.000 untuk membeli minyak cendana keraton. Dua hari kemudian Suprapto kembali datang ke rumah Amirah untuk meminta uang Rp300.000 guna membeli minyak cendana keraton lagi.

Tak cukup sampai di situ, tiga hari berselang dia datang lagi. Kali ini Suprapto meminta uang Rp500.000 untuk membeli minyak yang sama. Setelah itu, tepatnya empat hari berselang, Suprapto kembali mendatangi Amirah dan meminta uang Rp600.000.

Alasan Suprapto sama, uang untuk membeli minyak cendana. Aktivitas seperti itu terus berlanjut hingga beberapa pekan kemudian. Tapi nominal uang yang diminta Suprapto berbeda-beda.

Setelah beberapa kali meminta uang untuk membeli minyak cendana, Suprapto meminta uang lagi Rp200.000 untuk membeli paku berwarna emas. Barang-barang itu lantas dia siapkan.

Amirah dan suaminya diminta menelan paku berwarna emas menggunakan pisang. Korban dan suaminya, masing-masing menelan satu paku. Selang beberapa jam korban merasa mual.

Sejurus kemudian paku tersebut berhasil dimuntahkan. Sedangkan suami Amirah merasa sakit perut. Amirah dan suaminya merasa ditipu Suprapto sehingga melapor ke polisi.

Total uang Amirah yang diserahkan kepada Suprapto mencapai Rp2,9 juta. Uang itu, kata Suprapto, untuk membeli minyak cendana, paku emas, dan jimat. Barang-barang tersebut diklaim bisa memperlancar rezeki dan menangkal bahaya yang bersifat gaib (santet).

Selain itu benda-benda itu diklaim Suprapto dapat menyembuhkan penyakit. Sementara berdasarkan penyidikan polisi, Suprapto diketahui telah melakukan perbuatan serupa kepada 10 korban lain. Seluruh korban adalah warga RT 010 dan RT 011 Desa Bukuran, Kalijambe.

Kerugian para korban bervariasi, mulai Rp400.000 hingga Rp4 juta. Kapolsek  Kalijambe, AKP Marsidi, mewakili Kapolres Sragen, AKBP Arif Budiman, mengonfirmasi adanya kasus itu. Polisi masih terus mendalami kasus tersebut.

"Kami masih lakukan pendalaman ada atau tidaknya korban lain dalam kasus ini," tutur dia saat diwawancarai wartawan, Kamis (19/4/2018).