Cegah Kebocoran Soal Ujian Perangkat Desa Klaten, Unwidha Gandeng Polisi

Ilustrasi perangkat desa. (Solopos/Dok)
19 April 2018 13:10 WIB Taufik Sidik Prakoso Klaten Share :

Solopos.com, KLATEN – Unwidha Klaten menggandeng kepolisian terkait penggandaan naskah soal hingga distribusi ke lokasi ujian perangkat desa. Hal itu dimaksudkan untuk memastikan keamanan naskah soal.

Rektor Unwidha Klaten, Prof. Triyono, mengatakan prosedur operasional standar terkait ujian calo perangkat desa sudah dibuat. Para dosen yang dipilih masuk tim penguji calon perangkat desa juga sudah membuat pakta integritas.

Unwidha menggandeng kepolisian untuk pengamanan selama tahap persiapan sebelum ujian calon perangkat desa digelar pada Minggu (29/4/2018) mendatang. “Kami sudah membuat surat ditujukan ke polsek dan nanti ditembuskan ke polres,” kata Triyono saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (18/4/2018).

Polisi bakal mengawasi proses penggandaan naskah, penyimpanan, hingga distribusi ke lokasi ujian. Sementara, ruangan khusus guna penggandaan dan penyimpanan naskah soal sudah disiapkan. Ruangan tersebut dilengkapi CCTV dengan kunci ruangan dibawa polisi. “Kami menggandakan nanti yang menunggu polisi. Kunci ruangan dibawa polisi. Kalau mau memasuki ruangan juga harus dengan polisi. Naskah soal yang sudah dikemas itu diberi garis polisi juga,” ungkapnya.

Pelibatan kepolisian tersebut dimaksudkan agar tidak ada potensi naskah soal bocor. Menjaga kerahasian naskah soal juga dimaksudkan untuk menjaga kredibilitas Unwidha sebagai salah satu perguruan tinggi yang ditawarkan ke TP3D sebagai penguji para calon perangkat desa “Yang punya hajat kan pemkab sampai ke kecamatan dan desa serta TP3D dan masyarakat. Mereka memberikan kepercayaan kepada kami. Kami harus memegang teguh amanah itu. ketika nanti tidak bisa memegang amanah itu, ya sudah, coret merah Unwidha ini,” tutur dia.

Triyono membenarkan ada orang-orang yang menghubunginya berkaitan dengan ujian calon perangkat desa. Hal itu termasuk terkait permintaan untuk memberikan naskah ujian. “Ada yang memperkenalkan diri kemudian ujung-ujungnya terkait ujian perangkat desa. Tidak banyak, tetapi ada dan saya jelaskan semua sudah ada di perbup. Saya pun tidak tahu dan tidak mau tahu soal kunci jawabannya seperti apa,” katanya.

Ketua Tim Penguji Perangkat Desa Unwidha Klaten, Purwo Haryono, mengatakan belum ada kepastian soal berapa banyak TP3D yang akan membuat MoU dengan Unwidha sebagai perguruan tinggi penguji calon perangkat desa. penandatanganan MoU direncanakan dilakukan pada Senin (23/4/2018).

Purwo mengatakan sudah beredar kabar terkait naskah ujian perangkat desa bocor. Ia mengatakan naskah soal belum disusun. “Di media sosial itu ada yang mengatakan sudah ada bocoran. Padahal kalau kami soal belum dibuat, baru ada konsep kok sudah ada bocoran. Kami sangat berhati-hati menjaga agar naskah soal yang nanti disusun tidak bocor,” katanya.

Unwidha dan UAD merupakan perguruan tinggi hasil fasilitasi pemkab yang bisa menjadi pilihan TP3D menjadi perguruan tinggi penguji calon perangkat desa. Pemkab mempersilakan jika TP3D memilih bekerja sama dengan perguruan tinggi lain sebagai penguji.