Pemudik Lebaran 2018 via Jalur Laut Diprediksi Naik 10,5%

ilustrasi mudik Lebaran. (Solopos/Dok)
21 April 2018 03:35 WIB Hijriyah Al Wakhidah Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Asosiasi Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (Gapasdap) memperkirakan pengguna jasa penyeberangan laut untuk angkutan Lebaran 2018  naik 10,5% dibanding lebaran tahun lalu.

Ketua Asosiasi Gapasdap, Khoiri Sutomo, mengatakan jumlah pemudik atau mobilitas pemudik melalui armada penyeberangan laut pada Lebaran 2018 ini diperkirakan mencapai angka 16 juta orang untuk seluruh lintasan. Kapal dinilai masih menjadi pilihan moda transportasi utama penghubung antarpulau khususnya untuk angkutan penyeberangan seperti Merak-Bakauheni dan Ketapang-Gilimanuk.

Angkutan kapal untuk lintasan jarak pendek dinilai belum tergantikan oleh maskapai penerbangan yang saat ini mulai banyak membuka rute penerbangan dari satu pulau ke pulau lain. “Kecuali lintasan jarak jauh mungkin pesawat mulai jadi alternatif. Kapal di lintasan jarak pendek masih bisa diandalkan karena relatif relatif tidak ada tuslah, beda dengan transportasi udara yang pada saat peak season [seperti Lebaran 2018] ada kenaikan tarif hingga tiga kali lipat,” kata Khoiri, saat berbincang dengan wartawan, di sela-sela Rapat Koordinasi Nasional Persiapan Angkutan Lebaran PT Dharma Lautan Utama (DLU) di Hotel Sahid Jaya Solo, Jumat (20/4/2018).

PT DLU adalah salah satu perusahaan pelayaran nasional yang kini mulai mempersiapkan infrastruktur sarana dan pelayanan menjelang angkutan Lebaran 2018. Secara nasional, perusahaan pelayaran anggota Asosiasi Gapasdap siap dengan 300 armada kapal untuk melayani pemudik. Sedangkan PT DLU, sudah menyiapkan 40 armada untuk melayani 25 lintasan penyeberangan dan 15 lintas panjang.

President Director PT DLU, Erwin H.Poedjono, menjelaskan angkutan lebaran di lintas penyeberangan akan dimulai H-7 hingga H+7 Lebaran 2018. Sedangkan lintas panjang akan berlangsung mulai H-30 hingga H+30 Lebaran. “Secara teknis, mulai dari urusan sumber daya manusia, jumlah armada, jadwal kapal, hingga tarif sudah mulai kami persiapkan, termasuk aspek keselamatan dan pelayanan,” kata Erwin.

Dari total armada yang disiapkan, diperkirakan bakal menampung 205.800 pax penumpang. Kapasitas angkut pada Lebaran 2018 naik hingga 40,8% dari kapasitas angkut penumpang pada musim Lebaran 2017 sebanyak 146.200 pax. Sedangkan untuk kapasitas angkut kendaraan juga ada kenaikan dari 11.404 unit kendaraan pada Lebaran 2017 menjadi 14.838 unit kendaraan. “Jadi ada kenaikan 30,1%,” ujar dia.

Penambahan kapasitas ini dilakukan melalui upaya dispensasi penumpang ke Kementerian Perhubungan dengan diimbangi penambahan alat keselamatan di atas kapal. “Untuk alat-alat keselamatan telah dilakukan pemeriksaan dari kementerian dan dinyatakan berfungsi baik. Namun kami berharap kepaad Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika [BMKG] untuk selalu memberikan informasi perkembangan cuaca kepada awak kapal kami, termasuk Basarnas untuk menempatkan personel yang juga siaga pada angkutan kapal.”

Erwin mengatakan PT DLU kini menerapkan penjualan tiket secara online melalui aplikasi Mobile Apps (DLU Ferry) dan tiket bisa dibeli di beberapa mitra seperti Indomaret, Alfamart, dan Kantor Pos untuk mengurangi praktik calo.

Dia meminta masyarakat mempersiapkan waktu mudik Lebaran 2018  dengan baik dengan tidak melakukan perjalanan mendekati hari H. DLU telah mengatur tarif progresif untuk memeratakan arus penumpang yang naik kapal.

Di satu sisi, untuk angkutan logistik menjelang Lebaran 2018 yang saat ini sedang berlangsung dan tengah terjadi peningkatan muatan terutama dari Jawa ke luar Jawa. PT DLU tetap melayani angkutan logistik dengan mengatur jadwal docking kapal dan reposisi kapal dengan mempertimbangkan tingkat kebutuhan bagi kelancaran pelayaran angkutan logistik menjelang Lebaran.

Anggota Komisi V DPR RI, Bambang Haryo Soekartono, yang juga hadir dalam Rakornas PT DLU tersebut, menyoroti program mudik gratis pada angkutan kapal yang tidak terserap maksimal pada angkutan Lebaran 2017. Dia meminta Kementerian Perhubungan untuk memaksimalkan sosialisasi mudik gratis melalui moda kapal agar pemanfaatan anggaran negara untuk mudik gratis tidak mubazir.

“Angkutan lebaran tahun lalu, program ini tidak termanfaatkan dengan baik karena tingkat keterisian kapal yang dioperasikan untuk mudik gratis masih di bawah 50% bahkan ada yang hanya 10%-20%.”

Bambang mengapresiasi PT DLU yang mempersiapkan angkutan Lebaran jauh-jauh hari bahkan sebelum kementerian terkait mengadakan rapat koordinasi.