Pohon Tumbang, Jalan Solo-Sragen Macet 30 Menit

Polisi mengatur lalu lintas saat anggota TRC dan sukarelawan mengevakuasi pohon tumbang di jalan Solo-Sragen, Duyungan, Sidoharjo, Sragen, Sabtu (21/4 - 2018). (Istimewa/Mahmud)
21 April 2018 18:00 WIB Tri Rahayu Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN — Hujan deras disertai angin kencang yang melanda di kawasan Desa Duyungan, Kecamatan Sidoharjo, Sragen, mengakibatkan pohon jenis trembesi di jalan Solo-Sragen tumbang, Sabtu (21/4/2018) pukul 14.30 WIB. Pohon tumbang itu mengakibatkan akses jalan raya tersebut macet total selama 30 menit.

Pohon tumbang tersebut tak mengakibatkan korban jiwa. Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daeraha (BPBD) Sragen langsung sigap memangkas pohon berdiameter hampir 50 cm tersebut. Kepala Pelaksana BPBD Sragen, Dwi Sigit Kartanto, saat dihubungi Solopos.com, Sabtu sore, mengatakan TRC BPBD Sragen mendapat laporan dari Pos Polisi Lalu Lintas Bulu, Sidoharjo, Sragen, pada pukul 14.40 WIB.

Dia mengatakan pohon itu tumbang karena hujan dengan intensitas tinggi dan disertai angin kencang. “Ada enam orang anggota TRC BPBD yang meluncur ke lokasi setelah mendapat laporan. Mereka melakukan evakuasi pohon tumbang. Akses jalan memang sempat macet total karena pohon yang tumbang itu melintang di jalan. Hal itu mengakibatkan tim TRC susah menuju lokasi. Namun dengan usaha maksimal, TRC bisa mengondisikan jalan dan bisa lancar kembali pada pukul 15.10 WIB,” jelas Sigit setelah mendapat laporan dari TRC BPBD Sragen.

Sigit menjelaskan evakuasi pohon tumbang itu tidak hanya dilakukan TRC dengan perlengkapan yang ada. Dia mengatakan warga sekitar, SAR Polres Sragen, Palang Merah Indonesia (PMI), Taruna Tanggap Bencana, dan polisi lalu lintas juga ikut membantu dalam evakuasi dengan peran masing-masing. Polisi lalu lintas berperan untuk mengatur lalu lintas agar tidak terjadi penumpukan kendaraan dengan mengalihkan arus di jalan Solo-Sragen itu ke jalur lain.

Sebelumnya, hujan deras dengan intensitas tinggi pada Sabtu dinihari juga mengakibatkan debit air Sungai Mungkung sempat meluap pada pukul 02.45 WIB. Luapan sungai tersebut sempat menggenangi ruas jalan di Dukuh Kleco Kulon RT 010 dan Dukuh Wirun di Desa/Kecamatan Sidoharjo. Namun dari pantauan BPBD debit air cenderung turun dan genangan air di ruas jalan kampung surut dalam waktu singkat.

“Pukul 03.15 WIB, status debit air Sungai Mungkung sudah turun dari status merah menjadi kuning. Hingga pagi hari, kondisi aman terkendali,” ujar Sigit.