Resep Jitu Jauhi Geng Klitih, Pelajar Klaten Diminta Aktif Pramuka

Salah satu kelompok pramuka peserta Raimuna Cabang XIII dan Gladi Widya Dasa Padma Birawa II di Bumi Perkemahan (Bumper) Kepurun, Desa Kepurun, Kecamatan Manisrenggo, membuat gapura untuk tenda mereka, Senin (16/4 - 2018). (Solopos/Taufiq Sidik Prakoso)
21 April 2018 04:00 WIB Taufik Sidik Prakoso Klaten Share :

Solopos.com, KLATEN – Sebanyak 250 orang pramuka penegak dan pandega mengikuti Raimuna Cabang XIII dan Gladi Widya Dasa Padma Birawa II di Bumi Perkemahan (Bumper) Kepurun, Desa Kepurun, Kecamatan Manisrenggo, Klaten, Minggu-Kamis (15-19/4/2018). Mereka berasal dari 13 SMA/SMK di Klaten.

Ketua panitia, Arif Nugroho, mengatakan Raimuna merupakan kegiatan lima tahunan. Kegiatan itu merupakan pertemuan antara pramuka penegak dan pandega yang mengarahkan pada kegiatan wawasan, wisata, dan kekeluargaan. Sementara, gladi berisi beragam kegiatan lomba berkaitan dengan pramuka.

“Secara garis besar kegiatannya meliputi kegiatan wawasan melibatkan saka-saka dari dinas di kabupaten, giat wawasan mengenalkan potensi wisata khususnya di kaki Gunung Merapi seperti Talang River, di Desa Balerante, Kemalang. Pelestarian budaya melalui kegiatan pentas setiap malam seperti sendratari dan lomba ngabdi saliro dan ngabdi busono,” jelas Arif saat ditemui di sela kegiatan, Senin (16/4/2018).

Selain sebagai ajang pertemuan pramuka penegak dan pandega, acara itu juga dimaksudkan untuk menjaring juara umum putra dan putri. Mereka selanjutnya diikutkan pada ajang Gladi Widya tingkat Jawa Tengah (Jateng) pada Agustus mendatang.

Disinggung fenomena kelompok remaja bahkan pelajar membentuk geng yang mengarah pada aksi anarkistis, Arif mengatakan upaya pencegahan dilakukan melalui para dewan ambalan. Ia mengatakan dewan ambalan diminta memberikan wawasan dan pengertian kepada para pramuka agar menyibukkan diri pada kegiatan positif seperti pramuka.

Bupati Klaten, Sri Mulyani, mengatakan pramuka menjadi kegiatan esktrakurikuler wajib yang diikuti para pelajar. Selain membentuk kepribadian, aktivitas pramuka bisa menjauhkan mereka dari berbagai kegiatan negatif seperti terlibat dalam kelompok anarkistis seperti kelompok klitih.

“Ya pramuka harus semakin digiatkan kegiatannya. Anak-anak disibukkan pada kegiatan ekstrakuler di kepramukaan atau kegiatan positif lainnya selain belajar agar mereka tidak menganggur dipikir dan mengarah pada kegiatan positif,” katanya.