Pelecehan Seksual Sasar Perempuan Pengendara Motor Marak di Sukoharjo

ilustrasi pencabulan. (Solopos/Whisnu Paksa)
22 April 2018 17:35 WIB R Bony Eko Wicaksono Sukoharjo Share :

Solopos.com, SUKOHARJO -- Kasus pelecehan seksual terhadap perempuan pengendara sepeda motor di jalan sepi marak terjadi di Sukoharjo dalam sepekan terakhir. Para pengguna jalan meminta instansi terkait memasang lampu penerangan jalan umum (LPJU) dan frekuensi patroli polisi ditambah.

Informasi yang dihimpun Solopos.com, Minggu (22/4/2018), pelecehan seksual kerap terjadi di sejumlah ruas jalan yang sepi seperti jalur Tawang-Watukelir, Manang-Baki, dan Gentan-Mayang. Korban aksi pelecehan seksual adalah kaum hawa yang sendirian mengendarai sepeda motor.

Aksi pelecehan seksual kali terakhir terjadi di jalan Gentan-Mayang tepatnya di Jl. Mangesti Raya pada Jumat (20/4/2018) malam. Korbannya seorang perempuan berinisial, RA. Malam itu, RA mengendarai sepeda motor dari arah Mayang menuju Gentan. Dia memboncengkan dua anaknya dan berkendara dengan kecepatan sedang.

Tiba-tiba, RA dipepet seorang laki-laki yang juga mengendarai sepeda motor. Laki-laki itu langsung memegang bagian dada RA. “Pelaku berinisial AS, 16. Dia langsung kabur setelah menjalankan aksinya,” kata Kapolsek Baki, AKP Sunarto, mewakili Kapolres Sukoharjo, AKBP Iwan Saktiadi, yang sudah mendapat laporan mengenai kasus itu saat diwawancarai Solopos.com, Minggu.

RA kaget dan berteriak meminta tolong pengguna jalan dan warga setempat. RA juga berusaha mengejar pelaku dengan memacu laju sepeda motornya. Para pengendara sepeda motor lainnya ikut mengejar pelaku yang melarikan diri ke arah Baki.

Pelaku tertangkap setelah menabrak mobil dan terjatuh dari sepeda motor. “Pelaku sudah diperiksa secara intensif oleh Unit Pelayanan Perempuan dan Anak [PPA] Satreskrim Polres Sukoharjo. Masih didalami keterangan dari pelaku dan saksi,” papar dia.

Menurut Kapolsek, kondisi jalan yang minim lampu penerangan rawan terjadi aksi kejahatan jalanan seperti penjambretan termasuk pelecehan seksual. Para kriminal itu mengincar warga, terutama wanita, yang sendirian mengendarai sepeda motor. Karena itu, frekuensi patroli keliling pada malam hari bakal ditambah.

Hal ini untuk menjamin keamanan dan kenyamanan para pengguna jalan saat melewati jalan yang kondisinya sepi. Sementara itu, seorang warga Desa Tawang, Kecamatan Weru, Nanang, mengatakan aksi serupa kerap terjadi di sejumlah ruas jalan di wilayah Weru. Sebagian besar ruas jalan di Weru minim lampu penerangan. Hal ini dimanfaatkan orang tak bertanggung jawab untuk melakukan pelecehan seksual terhadap wanita.

Nanang meminta agar Pemkab Sukoharjo menambah lampu penerangan jalan di sejumlah ruas jalan. “Ruas jalan yang kondisinya sepi terletak di tengah perkebunan pohon jati dan perbukitan. Jadi memang tidak ada rumah penduduk. Kondisi ini diperparah dengan minimnya lampu penerangan jalan,” kata dia.