Dibumbui Judi, Begini Jalannya Balap Liar di Tol Soker Sragen

Keramaian di sekitar lokasi balap liar sepeda motor di tol Soker, Desa Krikilan, Masaran, Sragen, Kamis (19/4 - 2018) sore. (Solopos/Kurniawan)
22 April 2018 14:15 WIB Kurniawan Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN -- Ruas jalan tol Solo-Kertosono (Soker)  wilayah Sragen masih kerap dipakai ajang balap liar anak-anak muda. Apalagi sekarang jalannya sudah mulus menjelang pengoperasian ruas tol tersebut dalam waktu dekat ini.

Seperti yang terjadi Kamis (19/4/2018) sore di wilayah Desa Krikilan, Masaran. Sekitar pukul 17.00 WIB ratusan muda-mudi berkumpul di tol Soker, tepatnya di jalur Solo-Kertosono untuk menyaksikan balap liar sepeda motor.

Tak sekadar balap liar, tontonan itu juga menjadi ajang judi. Ada taruhan uang antarpebalap dan pendukungnya dalam balap liar di Tol Soker  itu. Berdasarkan pantauan Solopos.com, ada orang yang mengumpulkan uang taruhan dari penonton yang berkerumun.

Orang itu mengacungkan uang taruhan pecahan Rp50.000 dan Rp100.000 ke atas sambil berteriak menanyakan siapa yang mau ikut taruhan. Para penonton yang mayoritas anak-anak muda berdiri dalam barisan panjang di pinggir jalan saat balapan berlangsung. Mereka bersorak-sorak menyemangati para pembalap liar.

Kapolres Sragen, AKBP Arif Budiman, saat mendapat informasi dari Solopos.com ihwal adanya balap liar di tol Soker  esok harinya, Jumat (20/4/2018), mengaku langsung mengirim tim untuk mengintai jalan tol Soker itu pada sore hari. Bila ada aktivitas balap liar, tim dari Polres Sragen siap melakukan razia.

"Saya sudah kirim personel untuk mengintai ada atau tidaknya aktivitas itu [balap liar]. Tapi berdasaran pengintaian sementara nihil," tutur Arif.

Dia mengimbau masyarakat tidak menyalahgunakan tol Soker untuk balapan sepeda motor. Sejatinya lokasi tersebut tertutup untuk kendaraan nonproyek lantaran belum resmi dioperasikan.

Berdasarkan pengamatan Solopos.com, penanggung jawab proyek jalan tol Soker sebenarnya sudah mengantisipasi masuknya kendaraan nonproyek. Konkretnya dengan menutup pintu dan jalur-jalur masuk menuju tol.

Di beberapa ruas tol Soker pun sudah dipasangi barikade yang dijaga petugas proyek bersama polisi. Pemasangan barikade itu agar tidak ada kendaraan pribadi yang melintas di jalan tol karena berisiko terjadi kecelakaan.

Kasatlantas Polres Sragen, AKP Dwi Erna Rustanti, saat dimintai komentar via ponsel, Minggu (22/4/2018), mengatakan tol Soker belum menjadi jalan umum yang layak dilalui kendaraan pribadi nonproyek. Artinya sangat berbahaya bila ada warga yang nekat melintas di jalur itu. Apalagi sampai melakukan adu balap kendaraan.

"Saya terima kasih sekali informasinya. Pengawasan akan kami pusatkan ke tol," tutur dia.

Erna menyatakan tidak akan menoleransi aktivitas balap liar sepeda motor. Seperti yang sebelumnya dia lakukan terhadap para pelaku balap liar. "Kalau terkena razia saya pastikan kendaraan mereka kami kandangkan," tegas dia.

Erna menjelaskan sejak langkah penindakan tegas yang dia lakukan terhadap para pelaku balap liar beberapa bulan lalu, aktivitas tersebut menurun signifikan. Bahkan hampir tak ada lagi balap liar di berbagai wilayah Sragen.

"Dulu di Ngrampal dan perbatasan Boyolali ada. Tapi sudah tidak ada lagi sejak kami lakukan razia dan penindakan tegas. Bila ini muncul lagi ya akan kami tindak tegas lagi. Patroli akan kami giatkan kembali," imbuh dia.