Pilgub Jateng 2018: APK 2 Paslon di 4 Kecamatan Sragen Hilang

Ilustrasi alat peraga kampanye pilkada atau Pilgub Jateng 2018. (Antara/Aditya Pradana Putra)
22 April 2018 21:35 WIB Tri Rahayu Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN -- Sejumlah alat peraga kampanye (APK) milik pasangan calon gubernur dan wakil gubernur (cagub-cawagub) peserta Pilgub Jateng 2018, Ganjar Pranowo-Taj Yasin (nomor urut 1) dan Sudirman Said-Ida Fauziyah (nomor urut 2), di wilayah Kecamatan Tanon, Sidoharjo, Masaran, dan Sragen Kota raib.

Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Sragen menduga hilangnya APK itu ada unsur kesengajaan, bahkan ada yang terekam kamera closed sircuit television (CCTV). Penjelasan itu disampaikan Ketua Panwaslu Kabupaten Sragen, Heru Cahyono, kepada Solopos.com, Sabtu (21/4/2018) sore.

Dia menjelaskan jumlah APK yang hilang itu milik kedua pasangan calon peserta Pilgub Jateng 2018, yakni ada dua APK di Tanon, empat APK di Sidoharjo, empat APK di Masaran, dan terakhir satu APK milik pasangan calon nomor urut 1 (Ganjar-Taj) yang hilang per Sabtu.

Berdasarkan regulasi, setelah APK diserahkan ke pasangan calon, untuk perawatan, pemeliharaan, dan pembersihan atau penurunan APK menjadi tanggung jawab pasangan calon atau tim pemenangannya. Heru menjelaskan ketika terjadi kerusakan tim pasangan calon dapat mengganti APK yang rusak di lokasi yang sama dengan persetujuan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sragen.

Pergantian APK itu, ujar dia, menjadi tanggung jawab pasangan calon peserta Pilgub Jateng 2018. “Setelah APK diserahkan kepada masing-masing tim sukses pasangan calon maka yang bertanggung jawab mestinya pasangan calon. Yang terjadi sekarang, Panwaslu sibuk mencari oknum yang mencuri APK itu tetapi dari pasangan calon seolah tidak ada reaksi. Kami melihat hilangnya APK itu terjadi secara terstruktur. Jadi ada indikasi kesengajaan untuk mencuri. Ada yang terekam kamera CCTV di Masaran dan pelakunya lebih dari satu dan berseragam tertentu,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPC Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Sragen Untung Wibowo Sukowati saat dihubungi Solopos.com, mengaku sudah mendapat laporan dari tim di daerah tentang adanya APK pasangan nomor urut 1 yang hilang. Dia mengatakan kalau yang hilang itu APK milik kedua pasangan calon, bisa jadi ada unsur kesengajaan.

Dia menginginkan agar pelakunya ditindak tegas. Dia menduga ada pihak-pihak yang menyulut perpecahan.

Bowo, sapaan akrabnya, menaruh harapan besar kepada Panwaslu Sragen agar bisa membongkar kasus itu. Dia menyatakan persoalan itu menjadi tugas bersama, kalau hanya satu APK bisa jadi karena faktor cuaca tetapi kalau lebih dari satu itu sudah mengarah pada indikasi kesengajaan.

“Dalam waktu dekat, kami segera berkirim surat ke KPU untuk menyikapi hilangnya sejumlah APK itu. Pelakunya harus ditindak tegas,” tuturnya.

Ketua DPC Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Sragen, Sri Sunaryo, justru belum menerima laporan tentang hilangnya APK milik pasangan nomor urut 2 di tiga kecamatan. Sunaryo segera berkoordinasi dengan pimpinan partai politik anggota koalisi untuk melacak hilangnya APK itu.

“Saya malah belum dapat laporan. Coba saya koordinasi dulu,” ujarnya.

Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sragen Mukafi Fadli juga ikut berkoordinasi untuk mencari penyebab hilangnya APK-APK tersebut.