Rombongan Reog Jatim Hibur Warga Klaten Utara

Pemain mempertunjukkan aksi menyemburkan api dari mulut dalam pentas 20 reog di Lapangan Joko Puring, Desa Karanganon, Kecamatan Klaten Utara, Klaten, Jawa Tengah, Senin (9/4 - 2018). (Solopos.com/Cahyadi Kurniawan)
23 April 2018 02:00 WIB Cahyadi Kurniawan Klaten Share :

Solopos.com, KLATEN--Sebanyak 20 reog unjuk kebolehan di Lapangan Joko Puring, Desa Karanganom, Kecamatan Klaten Utara, Senin (9/4/2018). Selama empat jam, rombongan kesenian asal Jawa Timur itu menghibur warga dengan berbagai atraksi pertunjukan.

Koordinator Wilayah Klaten sekaligus Pimpinan Kelompok Singo Bolang Kertodiharjo, Tri Purnomo, mengatakan pentas kali ini merupakan bagian dari tur keliling Indonesia memperkenalkan tradisi reog kepada masyarakat. Sebelumnya, tur serupa juga digelar di Malaysia.

"Tur ini dalan rangka ngurip-uripi kebudayaan singa Reog Ponorogo dan kami bikin tur Indonesia. Setelah dari sini akan ke Sulawesi. Sebelumnya di Kalimantan," kata Tri, saat ditemui wartawan di sela-sela pertunjukan, Senin siang.

Pria pemilik 38 reog di rumahnya, Madiun, itu menerangkan ada 20 reog diikutsertakan dalam tur. Mereka berasal dari berbagai kelompok reog di Jawa Timur, seperti Mojokerto, Madiun, Ponorogo, dan kota-kota lainnya.

Selain reog, mereka juga memamerkan aksi spektakuler mulai dari menyemburkan api dari mulut, pertunjukan bambu gila, hingga mandi air panas.

Ia menuturkan tur itu didanai secara swadaya dengan memungut tiket kepada pengunjung sebesar Rp10.000 per orang. Dalam satu kali pertunjukkan, rata-rata rombongan bisa mengantongi Rp16 juta. Uang itu dipakai unuk akomodasi selama tur.

"Melalui tur ini kami ingin kembangkan budaya adiluhung. Jangan sampai hilang. Reog dan batik pernah diklaim Malaysia. Jangan sampai hal itu terulang kembali," harap dia.

Selama di Klaten, rombongan akan menggelar pertunjukkan di Kecamatan Wonosari, Kecamatan Manisrenggo, dan Cawas. Sedangkan, dua pertunjukan lainnya digelar di Sukoharjo.