4 Fokus Pucangsawit Solo

Pengendara motor melintas di dekat mural sosialisasi Keluarga Berencana (KB) di Pucangsawit, Jebres, Solo, Sabtu (31/3 - 2018). (Solopos/M. Ferri Setiawan)
25 April 2018 01:30 WIB Indah Septiyaning Wardhani Solo Share :

Solopos.com, SOLO--Kelurahan Pucangsawit, Kecamatan Jebres, Solo melaju ke tingkat nasional mewakili Provinsi Jawa Tengah dalam Lomba Kesatuan Gerak PKK Kependudukan Keluarga Berencana Pembangunan Keluarga (KKBPK)-Kesehatan 2018.

Tim Penilai Kesatuan Gerak PKK-KKBPK-Kesehatan Tingkat Nasional mulai melakukan penilaian ke Kota Bengawan, Jumat (20/4/2018). Penilaian dilakukan dengan mendengarkan paparan program kerja PKK oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kota Solo E. Endang Prasetyaningsih dan Wali Kota Solo F.X. Hadi Rudyatmo di Pendapa Rumah Dinas Loji Gandrung.

Wali Kota memaparkan Pucangsawit memiliki keunggulan dalam pengelolaan Kampung KB yang mengintervensi pembangunan berwawasan kependudukan. Di mana Kampung KB dicanangkan bukan sebatas untuk menekan jumlah penduduk, melainkan juga sebagai upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat. Kampung KB tersebut dicanangkan Pemkot dengan mempertimbangkan berbagai indikator seperti sebaran warga miskin, kawasan kumuh, dan lingkungan kurang memadai.

“Jadi Kampung KB dibentuk sekaligus memudahkan Pemkot dalam mengintervensi pembangunan berwawasan kependudukan, dengan cara mengendalikan, menunda serta menjarakkan waktu kelahiran,” katanya.

Dalam programnya pun Kampung KB tidak hanya menggarap program KB saja melainkan juga pembangunan di sektor lain, seperti kesehatan, pendidikan, lingkungan ataupun perumahan. Selain itu keterlibatan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait dalam pengembangan Kampung KB juga lebih mudah karena program dan parameter peningkatan kesejahteraan bisa terukur.

“Program KB terus digenjot Pemkot agar laju pertumbuhan penduduk bisa ditekan,” katanya.

Rudy optimistis Pucangsawit bisa meraih juara pertama di tingkat nasional. Harapan itu pun mampu mengukir sejarah sebelumnya Kelurahan Serengan, Solo meraih juara I lomba tersebut di tingkat nasional pada 2013 lalu.

"Sesungguhnya kalau mars PKK ini bisa diimplementasikan, semua masyarakat bisa sejahtera. Jadi PKK jangan hanya arisan dan koperasi saja, tapi dalam mars itu juga ada menjaga lingkungan," kata Rudy.

Ketua Tim Penilai Lomba Kesatuan Gerak PKK-KKBPK-Kesehatan Tingkat Nasional, Kresaputra mengaku setuju dengan implementasi mars PKK tersebut. Menurutnya, implementasi tersebut menjadi salah satu faktor penilaian yang akan menentukan pemenang lomba di tingkat nasional itu.

"Banyak hal yang dinilai, seperti program KKBPK, perilaku hidup sehat, dan lingkungan hidup sehat. Maksud lomba ini bukan sekedar mencari juaranya, karena mungkin tidak terlalu bermakna. Tapi yang penting adalah bagaimana kita bisa membangun kemitraan antara pemerintah daerah dengan organisasi masyarakat," jelas Kresaputra.

Dalam penilaian ini, tim melakukan tahap verifikasi lapangan. Sebelumnya, tim telah melakukan serangkaian tahapan penilaian administrasi. Harapannya melalui lomba tersebut menjadi wujud apresiasi atas perjuangan Pemkot dan masyarakat dalam mengimplementasikan program KKBPK dan kesehatan.

"Lomba ini juga dalam rangkaian Hari Keluarga Nasional ke-25. Rencananya diadakan di Manado, Sulawesi Utara dan dihadiri Presiden Jokowi," katanya.