Atap Gedong Kereta Keraton Solo Ambrol

Kondisi atap Gedong Kereta Kompleks Keraton Solo yang ambrol, Rabu (25/4 - 2018). (Solopos/Nicolaus Irawan)
25 April 2018 17:35 WIB Nadia Lutfiana Mawarni Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Atap Gedong Kereta di kompleks Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat  ambrol pada Rabu (25/4/2018) sekitar pukul 11.00 WIB. Untungnya tidak ada kereta kuno yang rusak akibat kejadian itu.

Anggota Staf Mahamenteri Keraton Solo, K.P. Bambang Pradotonagoro, mengatakan ambrolnya Gedong Kereta dikarenakan faktor usia yang mengakibatkan tiang penyangga bangunan itu lapuk. "Sudah puluhan tahun tidak direhab," ucap Bambang, saat ditemui Solopos.com, Rabu siang.

Selain itu hujan yang mengguyur selama tiga hari berturut-turut ikut memperburuk kondisi bangunan. Bangunan Gedong Kereta di Kompleks Keraton Solo, berdasarkan keterangan Bambang, dibagi menjadi dua sisi, barat dan timur, dengan total luas 72 meter persegi. Bagian yang ambrol berada di sisi timur seluas 12 meter persegi.

Di sisi barat terdapat empat kereta yakni Puspoko Retno, Kereta Jenazah PB XII, Kereta Pemadam Kebakaran, serta Kereta Jenazah Putra-Putri Keraton, serta sebuah kerangka mobil Fiat milik PB X. Sementara di sisi timur terdapat dua kereta bernama Kyai Retno Jumilah dan Kyai Warsiki.

Saat Solopos.com menyambangi Gedong Kereta di Kompleks Keraton Solo  tersebut, Rabu siang, lokasi tersebut dalam keadaan tertutup. Bambang menyatakan tidak ada kerusakan barang akibat kejadian itu. Padahal sebelumnya tepat di bawah atap terdapat lemari panjang berisi pelana kuda. Jaraknya kurang dari tiga meter dari Kereta Kyai Warsiki.

Bangunan Gedong Kereta sudah masuk dalam daftar perencanaan renovasi tahap II Keraton Solo pada 2018 ini. Selain Gedong Kereta, beberapa bangunan lain yang masuk daftar renovasi meliputi Panggung Sangga Buana, Siti Hinggil bagian barat, serta kandang kerbau Kyai Slamet.