Wirun Sukoharjo Digagas Jadi Perintis Desa Inovatif Jateng

Pengrajin gamelan di Wirun, Mojolaban memproduksi gong. (Solopos/dok)
25 April 2018 11:00 WIB R Bony Eko Wicaksono Sukoharjo Share :

Solopos.com, SUKOHARJO--Desa Wirun, Kecamatan Mojolaban, digagas menjadi perintis desa inovatif yang dibentuk Pemprov Jateng. Kawasan desa inovatif mampu mengembangkan berbagai potensi baik sumber daya alam maupun pariwisata untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Hal ini diungkapkan Kepala Desa Wirun, Erry Suseno Wibowo, saat berbincang dengan Solopos.com di kantornya, Senin (23/4/2018). Tim dari Pemprov Jateng telah mengunjungi sejumlah lokasi di Desa Wirun seperti sentra industri gamelan dan Pura Sahasra Adhi Pura pada beberapa pekan lalu. Tim itu juga mengunjungi para pengrajin kain tenun goyor dan wisata kuliner.

“Desa Wirun memiliki berbagai potensi wisata dan budaya yang tak dimiliki desa lainnya. Hal ini diberdayakan masyarakat setempat,” kata dia, Senin.

Erry menjelaskan pusat keunikan di Desa Wirun adalah kampung pengrajin gamelan yang dipasarkan hingga mancanegara. Cikal bakal kerajinan gamelan dirintis oleh Reso Wiguno pada 1956. Dia memproduksi gamelan dibantu beberapa warga setempat. Proses pembuatannya masih menggunakan cara-cara tradisional dan memerlukan keterampilan khusus. Gamelan menjadi alat musik dan budaya Jawa yang harus dipelihara dan dijaga.

“Pengurus kelompok sadar wisata [pokdarwis] kerap melakukan studi banding ke desa wisata lainnya. Mereka menyerap ilmu strategi promosi dan pemasaran desa wisata,” ujar dia.

Pemerintah desa bersinergi dengan elemen masyarakat untuk mengembangkan berbagai potensi seni dan budaya itu. Anggota karang taruna selalu berlatih ketoprak, karawitan maupun reog sekali dalam sebulan. Mereka kerap pentas di panggung saat ada acara atau kegiatan di desa setempat. Sebelumnya, Desa Wirun ditetapkan sebagai salah satu desa wisata kreatif yang yang dibentuk Kementerian Pariwisata (Kemenpar).

“Kuncinya adalah para stakeholders dilibatkan dalam pengembangan desa wisata. Elemen masyarakat sangat bergairah mempromosikan berbagai potensi wisata di Desa Wirun,” papar dia.

Sementara itu, seorang pengurus Pokdarwis di Desa Wirun, Kecamatan Mojolaban, Ari, menyatakan para pelancong lokal maupun mancanegara bakal tertarik mengunjungi objek wisata di Desa Wirun apabila ada paket wisata atau event budaya. Para wisatawan bisa mengunjungi lebih dari dua objek wisata.

Ari kerap diundang komunitas Pokdarwis se-Soloraya atau pemerintah daerah untuk berdiskusi dan saling bertukar pikiran untuk merumuskan cara paling efektif mempromosikan desa wisata.

“Di Sukoharjo, ada tiga pokdarwis selalu mengikuti focus group discussion [FGD] pengembangan desa wisata yakni Desa Wirun, Trangsan, dan Kelurahan Kenep,” kata dia.