Karanganom Klaten Deklarasi Rekrutmen Perdes Damai dan Jujur

TP3D, camat, kepala desa, tim pemantau kabupaten, serta ratusan calon peserta seleksi pengisian perangkat desa di Kecamatan Karanganom mendeklarasikan diri proses rekrutmen damai, bersih, dan jujur di gedung olahraga SMAN 1 Karanganom, Kamis (19/4 - 2018). (Solopos/Taufiq Sidik Prakoso)
25 April 2018 03:30 WIB Taufik Sidik Prakoso Klaten Share :

Solopos.com, KLATEN -- Tim pencalonan dan pengangkatan perangkat desa (TP3D) serta peserta seleksi perangkat desa se-Kecamatan Karanganom, Klaten mendeklarasikan diri untuk melaksanakan proses pengisian perangkat desa damai, bersih, dan jujur. Deklarasi dilakukan di gedung olahraga SMAN 1 Karanganom, Kamis (19/4/2018).

Selain deklarasi, dalam kegiatan itu juga dilakukan penandatanganan komitmen bersama antara TP3D, perwakilan peserta seleksi, penguji, camat, perwakilan kepala desa, serta tim pemantau kabupaten. Deklarasi diikuti ratusan peserta seleksi perangkat desa yang bakal mengikuti ujian secara serentak pada Minggu (29/4/2018).

Ketua TP3D Desa Karanganom, Anwarul Jamal, mengatakan deklarasi dilakukan sebagai komitmen penyelenggaraan pengisian perangkat desa agar damai, bersih, dan jujur. Ia menegaskan hingga saat ini tak ada konflik terkait proses pengisian perangkat desa.

“Kami tidak menangkap ada gejolak atau potensi konflik. Makanya, yang diperlukan itu tidak damai saja tetapi harus bersih dan jujur,” kata Jamal saat ditemui seusai deklarasi.

Camat Karanganom, Slamet Samudro, mengatakan ada 396 calon peserta seleksi pengisian perangkat desa di Karanganom. Mereka memperebutkan jabatan 48 lowongan perangkat desa di 19 desa. Selain warga lokal, para calon peserta seleksi pengisian perangkat desa berasal dari luar kabupaten.

“Ada lima orang yang dari luar kabupaten yakni Sragen, Boyolali, Karanganyar, DIY, dan satu lagi dari Cirebon, Jawa Barat. Mereka kebetulan ada kerabat yang tinggal di Karanganom. Sesuai ketentuan, pelamar posisi perangkat desa diperbolehkan dari luar desa asal warga negara Indonesia,” katanya.

Slamet mengatakan deklarasi dimaksudkan agar ada komitmen bersama pelaksanaan seleksi pengisian perangkat desa bisa berjalan bebas dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme.

“Harapan saya ya keinginan itu benar-benar terjadi. Yang terpilih adalah mereka yang memiliki nilai tertinggi,” katanya.