Pilgub Jateng 2018: Panwaslu Klaten Tegur Sudirman Said saat Pidato

Calon Gubernur Jawa Tengah, Sudirman Said (kanan), memberikan sambutan di Koperasi Batur Jaya, di Desa Tegalrejo, Ceper, Klaten, Rabu (25/4 - 2018). (Solopos/Cahyadi Kurniawan)
25 April 2018 23:35 WIB Cahyadi Kurniawan Klaten Share :

Solopos.com, KLATEN -- Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Klaten menegur calon gubernur (cagub) peserta Pilgub Jateng 2018, Sudirman Said, terkait isi sambutan dalam kunjungan Sudirman ke Koperasi Batur Jaya, Ceper, Rabu (25/4/2018). Panwaslu menilai apa yang disampaikan Sudirman mengarah ke kampanye terselubung.

Saat itu, Sudirman menceritakan pandangannya soal industri strategis dalam negeri sebagaimana digagas B.J. Habibie pada 1990. Ia menceritakan perkembangan PT Pindad dan PTDI secara sekilas. Lalu, pidatonya merembet ke arah ekonomi Jawa Tengah (Jateng).

Jateng cukup tertinggal jika dibanding dua provinsi yang mengapitnya yakni Jawa Timur dan Jawa Barat. Padahal, ia menilai Jawa Tengah memiliki peluang besar untuk maju dengan potensi geografis, penduduk, sumber daya alam.

"Ini soal manajerial, kepemimpinan. Pemimpin harus lebih banyak mendengarkan, rendah hati, untuk menggerakkan semua potensi," kata Sudirman dalam pidatonya.

Tak berselang lama, Koordinator Divisi SDM dan Organisasi Panwaslu Klaten, Azib Triyanto, menyela pidato Sudirman. Ia menegur Sudirman agar sambutannya tidak mengarah pada kampanye. Mendengar hal itu, Sudirman berkomentar ringan, "Pemilu kui mbok ya sing becik tur nyenengke [Pemilu itu seharusnya baik dan menyenangkan]. Saya di daerah lain biasa saja. Baru di Klaten ini kok rigid ya. Panwasnya luar biasa," ujar Sudirman.

Tak berselang lama, ia lantas menutup sambutannya. Triyanto menerangkan pernyataan Sudirman yang dinilai mengarah ke kampanye adalah saat ia menyatakan "Seandainya saya jadi gubernur,".

Kalimat itu secara tersirat dinilai menandakan ia sedang berkampanye. Apa yang dilakukan Sudirman mengarah ke praktik kampanye terselubung. " Padahal, Pak Dirman menjelaskan kedatangannya ke sini tidak dalam rangka kampanye," terang dia.

Panwaslu Klaten memantau dan memastikan di tempat acara Sudirman tidak ada alat peraga kampanye, tidak ada bahan kampanye, maupun orasi penyampaian visi misi. Ia menuturkan menurut peraturan KPU, kampanye harus mengantogi izin Surat Tanda Terima Pemberitahuan (STTP) kampanye dari Polda.

Surat itu ditembuskan ke Bawaslu Jateng dan ditembuskan ke Panwaslu setempat. "Tapi untuk acara hari ini kami tidak menerima STTP," kata tutur Triyanto.

Cagub yang juga mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) itu menyatakan kedatangannya ke Koperasi Batur Jaya tidak dalam rangka kampanye. Kunjungan itu merupakan kunjungan biasa sebagaimana ia lakukan saat menjadi menteri. "Ini mencari masukan saja untuk penajaman program kerja," tutur Sudirman.

Sudirman menerangkan salah satu program kerjanya jika terpilih sebagai gubernur Jateng  adalah penyediaan lima juta lapangan kerja selama lima tahun. Angka itu dinilai realistis dengan perhitungan ada 8.595 desa dengan asumsi minimal ada 150 tenaga kerja baru per tahun. "Kalau dihitung-hitung tentu bisa mencapai lima juta selama lima tahun," tutur dia.

Ketua Koperasi Batur Jaya, Badrul Munir, mengatakan koperasi beranggotakan 168 pengusaha di bidang pengecoran logam. Saat ini, koperasi sedang menggelar uji coba kanvas rem kereta api dari bahan komposit dengan PT KAI. Uji coba berlangsung sembilan bulan dan sudah berjalan tiga bulan. "Tinggal enam bulan lagi uji coba dan semoga hasilnya memuaskan," kata Munir.