5 Desa Menolak Pakai Jasa Unwidha dan UAD dalam Tes Perdes Klaten

Ilustrasi perangkat desa. (Solopos/Dok)
26 April 2018 01:35 WIB Taufik Sidik Prakoso Klaten Share :

Solopos.com, KLATEN -- Lima desa dari 374 desa di Klaten yang menggelar seleksi pengisian perangkat desa  bekerja sama dengan perguruan tinggi selain Unwidha dan UAD sebagai penguji. Kelima desa itu berada di Kecamatan Prambanan dan Kemalang.

Di Prambanan, empat desa yang bekerja sama dengan perguruan tinggi selain Unwidha dan UAD yakni Bugisan, Kebondalem Lor, Kemudo, serta Brajan. Sementara satu desa di Kecamatan Kemalang rencananya menggandeng UGM sebagai penguji.

Kepala Desa Kebondalem Lor, Agus Nugroho, membenarkan tim pencalonan dan pengangkatan perangkat desa (TP3D) Kebondalem Lor bekerja sama dengan selain Unwidha  dan UAD. Mereka memilih menggandeng UNY.

Meski bekerja sama selain perguruan tinggi hasil fasilitasi Pemkab Klaten, pelaksanaan tes seleksi perangkat Desa Kebondalem Lor bergabung dengan ujian serentak pada Minggu (29/4/2018).

“Untuk lokasi ujian di Kecamatan Prambanan dijadikan satu di SMPN 1 Prambanan. Namun, nanti pengujinya berbeda kalau dari Kebondalem Lor pengujinya dari UNY,” kata Agus saat berbincang dengan Solopos.com, Rabu (25/4/2018).

Agus menuturkan biaya ujian pengisian perangkat desa  oleh UNY sama dengan biaya yang ditawarkan Unwidha dan UAD yakni Rp400.000/orang. Agus menegaskan pemilihan perguruan tinggi selain yang difasilitasi Pemkab Klaten itu merupakan keputusan dari TP3D.

“Dari kami pribadi untuk penentuan perguruan tinggi pengujinya kami serahkan ke TP3D. Jumlah total peserta seleksi ada 30 orang,” katanya.

Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Klaten, Ronny Roekminto, menegaskan penentuan perguruan tinggi penguji peserta seleksi pengisian perangkat desa diserahkan ke masing-masing TP3D. Panitia seleksi tersebut dibebaskan menentukan perguruan tinggi sebagai penguji meski memilih di luar perguruan tinggi fasilitasi Pemkab Klaten yakni Unwidha dan UAD asalkan memenuhi persyaratan sesuai perbup.

“Empat desa di Kecamatan Prambanan yang bekerja sama dengan UNY itu biaya penguji sama dengan yang difasilitasi Pemkab yakni Rp400.000/orang. Desa Dompol, kami belum mendapat laporan. Harapan kami tahapan seleksi tetap sama,” kata Ronny saat ditemui di Setda Klaten.

Terkait pengawas seleksi perangkat desa, Ronny menuturkan selain diawasi dari perguruan tinggi para peserta juga diawasi TP3D. “Jadi pengawas itu ada dua yakni dari perguruan tinggi dan TP3D. Namun, untuk koreksi nanti tetapi dari perguruan tinggi didampingi TP3D. Tuntutannya memang seperti itu. Yang jelas, mereka harus mematuhi SOP [standard operating procedure] pelaksanaan ujian seperti aturan pengawas tidak boleh membawa ponsel di dalam ruang seleksi,” katanya.

Ujian seleksi perangkat desa rencananya digelar serentak pada Minggu (29/4/2018). Jumlah peserta seleksi mencapai 7.000-an orang dengan jumlah lowongan perangkat desa sebanyak 964 lowongan di 374 desa dari total 391 desa di Kabupaten Klaten.