Libatkan Ribuan Orang, Simulasi Bencana Serentak di 34 Lokasi Klaten

Siswa SD Muhammadiyah Tonggalan Klaten bersembunyi di kolong meja saat digelar simulasi gempa bumi di sekolah setempat, Rabu (25/4 - 2018). (Solopos/Taufiq Sidik Prakoso)
26 April 2018 03:35 WIB Taufik Sidik Prakoso Klaten Share :

Solopos.com, KLATEN -- Simulasi penanganan bencana  bakal digelar serentak di puluhan lokasi di Kabupaten Klaten guna memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional (HKBN) 2018, Kamis (26/4/2018).

Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten, Nur Tjahjono Suharto, mengatakan simulasi dilakukan serentak mulai pukul 10.00 WIB. Jenis simulasi bencana beragam di masing-masing lokasi mulai dari bencana banjir, erupsi, kebakaran, hingga gempa bumi.

“Posko induk berada di Pemkab Klaten dan insya Allah Bupati selaku komandan kedaruratan yang akan memulai simulai dengan memberikan instruksi evakuasi bencana,” kata Nur saat dihubungi Solopos.com, Rabu (25/4/2018).

Nur mengatakan ada sekitar 34 lokasi simulasi seperti sekolah, perguruan tinggi, perusahaan, rumah sakit, kantor instansi, desa, hingga komunitas difabel. Jumlah partisipasi peserta pada pelaksanaan simulasi ini diperkirakan 16.557 orang.

Khusus lokasi simulasi di beberapa SMP rencananya digelar pada Jumat (27/4/2018) lantaran bersamaan dengan pelaksanaan ujian nasional. “Simulasi selama dua jam itu mencakup keseluruhan mulai dari kali pertama terjadi bencana hingga proses pengungsian dan dapur umum,” katanya.

Nur mengatakan empat jenis bencana  itu disimulasikan lantaran potensi bencana yang mungkin terjadi di Klaten. Sementara fokus utama dari simulasi yakni penyelamatan diri sendiri ketika bencana terjadi. “Saat terjadi bencana itu yang utama adalah kesiapan diri kita sendiri,” urai dia.

Sementara itu, siswa SD Muhammadiyah Tonggalan menggelar simulasi bencana gempa bumi di sekolah setempat, Rabu pagi. Kegiatan itu diikuti sekitar 600 orang terdiri dari seluruh siswa dan guru.

“Kegiatan ini dimaksudkan untuk mengenalkan kepada anak-anak bagaimana mereka menyelamatkan diri sendiri sejak dini ketika ada gempa bumi. Ini menjadi salah satu upaya pengurangan risiko bencana,” kata Ketua Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Klaten, Firdaus Wajdi.