Dianggap Diskreditkan PDIP, Dokter Wonogiri Dilaporkan ke Polisi

Lambang PDIP. (Solopos/Dok)
27 April 2018 23:35 WIB Rudi Hartono Wonogiri Share :

Solopos.com, WONOGIRI -- PDIP Wonogiri melaporkan seorang dokter, Mto, ke Polres Wonogiri atas tuduhan menyebarkan kebencian dengan mengirim konten negatif di grup Whatsapp (WA) yang dinilai mendiskreditkan partai berlambang banteng moncong putih itu. Penanganan kasus telah mencapai tahap penyidikan.

Sekretaris DPC PDIP Wonogiri, Setyo Sukarno, saat dimintai konfirmasi Solopos.com, Jumat (27/4/2018), mengatakan konten yang disebarkan Mto berupa gambar disertai kalimat provokatif, yakni PDIP tidak butuh suara umat Islam yang seolah-olah diucapkan Ketua Umum (Ketum) PDIP, Megawati Soekarno Putri, karena ada tulisan menyebut nama Ketum.

Gambar itu juga disertai lambang partai pendukung, yakni PKB, Golkar, PPP, Hanura, Nasdem, dan Perindo. Menurut Ketua DPRD Wonogiri itu, kalimat tersebut bisa membentuk interpretasi publik bahwa PDIP partai anti-Islam. Padahal, PDIP merupakan partai yang merangkul semua agama dan berideologi Pancasila.

“Kalimat itu menggiring opini publik bahwa PDIP partai tertutup. Ini jelas merugikan PDIP,” kata Setyo Sukarno melalui telepon.

Konten yang diduga disebarkan Mto kali pertama diketahui Setyo saat berbincang dengan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Wonogiri, dr. Adhi Dharma, di area merokok Bandara Muara Bungo, Jambi, 8 Januari 2018 lalu. Rombongan legislatif dan eksekutif saat itu akan pulang ke Wonogiri.

Sebelumnya rombongan menghadiri peringatan Hari Hadi ke-13 Kabupaten Dharmasraya, Sumatra Barat. Saat berbincang, Setyo tak sengaja melihat Adhi Dharma membuka grup WA kalangan dokter.

Setyo sontak kaget karena di grup para dokter ada gambar PDIP disertai kalimat tertentu. Penasaran dengan hal itu Setyo mengeceknya. Setelah dicek ternyata gambar tersebut disertai kalimat provokatif yang dinilai dapat membuat publik membenci PDIP.

Setelah dibahas secara internal, partai memutuskan melaporkan dr. Mto, Selasa, 17 April lalu. Ketua DPC PDIP Wonogiri, Joko Sutopo, mengatakan laporan yang dilayangkan partainya sebagai respons atas tuduhan tak mendasar yang disampaikan seseorang melalui gambar.

Bupati Wonogiri itu tak ingin mengomentari terlapor yang seorang dokter. Menurut dia, siapa pun jika menyebarkan kebencian layak diproses hukum.

Kasatreskrim Polres Wonogiri, AKP M. Kariri, mengonfirmasi saat ini penanganan kasus itu telah mencapai tahap penyidikan. Namun, dokter dimaksud belum ditetapkan sebagai tersangka. Dengan dilakukannya penyidikan berarti penyidik telah menemukan indikasi tindak pidana.

Penyidik telah memeriksa lima saksi, termasuk pelapor dan terlapor. Di hadapan penyidik Mto mengakui mengirim gambar PDIP disertai kalimat tertentu ke grup WA dokter. Namun, menurut Mto tindakan itu hanya iseng.

“Terlapor mengaku tidak bermaksud mendiskreditkan partai tertentu. Penyidik masih terus bekerja untuk menentukan tersangka,” kata Kariri mewakili Kapolres Wonogiri, AKBP Robertho Pardede.

Dr. Mto hingga berita ini ditulis belum dapat dimintai konfirmasi. Saat Solopos.com menghubungi nomor teleponnya, Mto tidak menjawab panggilan.