Relokasi Warga Semanggi Belum Kelar Hambat Proyek Parapet Bengawan Solo

Rumah warga Semanggi, Pasar Kliwon, Solo, bertahan di tengah proyek parapet Bengawan Solo. (Solopos/Hijriyah Al Wakhidah)
28 April 2018 04:35 WIB Indah Septiyaning Wardhani Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) terus mengebut pengerjaan proyek pembangunan parapet Sungai Bengawan Solo sebagai upaya penanganan banjir di Kota Solo. Hingga kini progres pengerjaan tinggal menyisakan wilayah Semanggi.

Penyelesaian proyek di wilayah Semanggi terganjal masih adanya hunian warga  lantaran proses relokasi yang belum kelar. “Sudah 90% [pengerjaan parapet]. Sisa 10% di Semanggi saja yang belum selesai,” kata Kepala BBWSBS Charisal Akdian Manu ketika dijumpai wartawan di sela-sela Bengawan Solo Parapet Wall Art memperingati Hari Air di Parapet Jurug, Jumat (27/4/2018).

Proyek pembangunan parapet dikerjakan sepanjang 5,3 kilometer sebagai upaya pengendalian banjir akibat meluapnya Sungai Bengawan Solo. Parapet tersebut dibangun dari Gulon, Jebres, sampai Joyosuran dikerjakan multiyears sejak 2016 hingga 2018.

Penyelesaian warga terdampak kini tengah dikebut sehingga pembangunan parapet diharapkan rampung sesuai target November mendatang. “Kami koordinasi terus dengan Pemkot Solo agar relokasi  bisa dipercepat,” katanya.

Dia mengatakan parapet tidak sebatas pengerjaan fisik bangunan, namun juga memberikan sentuhan seni lukis mural. Sebanyak 25 mural dilukis dalam rangka memperingati Hari Air Dunia ke-26. Proses pelukisan mural melibatkan puluhan komunitas di bidang seni mural. “Lomba mural ini supaya mendorong kepedulian masyarakat terhadap air," kata dia.

Lomba lukis mural bertema Lestarikan Alam Untuk Air itu menjadi salah satu upaya mengembalikan keindahan Sungai Bengawan Solo. Charisal menilai masyarakat sangat antusias dalam mengikuti rangkaian kegiatan BBWSBS itu.

Kedepan, BBWSBS bersama Pemkot Solo  berencana menyulap kawasan itu menjadi destinasi wisata baru. Konsepnya akan dibangun taman dilengkapi sarana dan prasarana permainan.

Wali Kota Solo F.X. Hadi Rudyatmo mengapresiasi upaya BBWSBS mengembalikan keindahan Sungai Bengawan Solo. Menurut Rudy, kawasan tersebut layak untuk dijadikan destinasi wisata baru di Kota Bengawan.

"Dulu kawasan ini dikenal dengan Taman Pujangga Ronggowarsito. Kami akan publikasikan bahwa di sini ada destinasi wisata baru. Tempat parkir sudah ada, taman juga ada," katanya.

Terkait pembangunan parapet yang belum kelar lantaran beberapa hunian masih bertahan di bantaran sungai, Rudy akan mempercepat proses relokasi tersebut. Harapannya pembangunan parapet selesai sesuai target di tahun ini.