Bupati Sragen Raih Penghargaan Nasional Berkat LPPD 2016

Piagam penghargaan dari Kemendagri kepada Pemerintah Kabupaten Sragen. (Solopos/Tri Rahayu)
28 April 2018 18:30 WIB Tri Rahayu Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN--Kinerja Pemerintahan Sragen era Kusdinar Untung Yuni Sukowati-Dedy Endriyatno (Yuni-Dedy) mendapat apresiasi dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Keduanya mendapat sertifikat sebagai penyelenggara pemerintah daerah berprestasi dengan bintang dua.

Prestasi tersebut mengacu pada Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD) 2016. Yuni yang menerima sertifikat penghargaan yang tertuang dalam Keputusan Mendagri No. 100-53/2018 tersebut.

“Saya menerima penghargaan itu semalam [Rabu, 25/4/2018] di Jakarta. Kami ucapkan terima kasih untuk kinerja yang luar biasa kepada seluruh OPD [organisasi perangkat daerah]. Mari kita lebih tingkatkan kembali prestasi. Prestasi itu menjadi wujud cinta kita terhadap Sragen,” ujarnya kepada Solopos.com, Kamis (26/4/2018) siang.

Kabag Pemerintahan Sekretariat Daerah (Setda) Sragen, Rina Wijaya, saat ditemui Solopos.com, Kamis siang, menjelaskan LPPD 2016 dilaporkan dan dinilai pada 2017. Hasilnya diumumkan pada 2018. Skor untuk Pemkab Sragen sebesar 3,3252 dan berada di rangking ke-42 dari 397 kabupaten di seluruh Indonesia. Untuk Jawa Tengah, Sragen menempati peringat ketujuh, yakni berada di bawah Kota Semarang.

“Kabupaten Karanganyar lebih tinggi skornya, status kinerjanya sangat tinggi yakni bintang tiga dengan skor 3,5521. Yang tertinggi Kabupaten Sidoarjo dengan skor 3,5926 berstatus bintang empat. Yang dinilai adalah penyelenggaraan pemerintah daerah yang terangkum dalam LPPD. Kami sudah menyiapkan LPPD 2017 yang dilaporkan pada 2018 ini. Kami menargetkan bisa ranking tiga Jawa Tengah pada 2019 mendatang,” ujar Rina optimistis.

Rina sudah menyiapkan strategi agar para OPD bisa memenuhi target kinerja masing-masing dengan skor tinggi, terutama untuk urusan wajib bidang pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, dan perumahan. Kinerja yang dimaksud berkaitan dengan capaian target.

Misalnya pada bidang pendidikan, ujar dia, yang perlu digenjot adalah kinerja yang berkaitan dengan peningkatan indeks pembangunan manusia (IPM), seperti penekanan angka putus sekolah dan seterusnya.

“Data-data di setiap OPD dilengkapi sedetail mungkin. Prestasi ini sebenarnya bukan karena Bagian Pembangunan, tetapi hasil kinerja seluruh OPD. Total ada 51 OPD plus 9 unit kerja yang berada di bagian-bagian yang bernaung di bawah Sekretariat Daerah [Setda] Sragen,” ujar dia.