Sound System Mati Bikin Peserta Solo Menari Merasa Sia-Sia

Peserta Solo Menari Gambyong massal yang kecewa karena sound system mati. (Solopos/Irawan Sapto Adhi)
29 April 2018 09:35 WIB Irawan Sapto Adhi Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Rombongan penari peserta Solo Menari  Gambyong massal di bagian belakang mulai dari perempatan Ngarsopuro-perempatan Ngapeman Jl. Slamet Riyadi, Solo, Minggu (29/4/2018) pagi, harus pulang dengan rasa kecewa.

Sound system di sekitar mereka mati dan baru menyala saat lagu Parianom yang diputar hampir selesai. Akibatnya, para penari tersebut hanya menari beberapa menit. Bahkan sebagian besar dari mereka tak melanjutkan tari Pergaulan karena banyak penonton merangsek minta foto.

Penonton Solo Menari  masuk ke kerumunan penari karena mengira acara sudah selesai. "Jelas kecewa, sudah dandan dari pukul 03.30 WIB tapi di sini cuma menari beberapa menit saja," kata salah satu peserta asal Nusukan, Puji Rahayu, 35, saat ditemui Solopos.com.

Di sisi lain, kamacetan arus lalu lintas terjadi di simpang Ngapeman akibat banyaknya warga yang menonton acara Solo Menari  itu. Kemacetan dipicu parkir kendaraan di lokasi tersebut. Kendaraan yang diparkir membeludak.

Pengunjung CFD tetap tidak diperkenankan parkir di jalur lambat Jl. Slamet Riyadi. Kendaraan dari arah utara atau Monumen Pers diarahkan menunda perjalanan sementara menuju arah Luwes Ngapeman agar terhindar dari kemacetan.