Perempatan Kota Barat Solo Ditutup Total Picu Kekesalan Warga

Pengendara melintas di Jl. dr. Moewardi sisi barat lokasi proyek pembangunan flyover Manahan Solo, Minggu (29/4 - 2018) siang. (Solopos/Irawan Sapto Adhi)
29 April 2018 15:35 WIB Irawan Sapto Adhi Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Pengaturan lalu lintas di perempatan Kota Barat untuk mendukung pelaksanaan pembangunan flyover Manahan Solo membikin warga dan pengguna jalan kesal. Mereka kerap kecele begitu masuk perempatan dari arah selatan ternyata perempatan itu ditutup total sehingga mereka harus berbalik arah mencari jalan lain.

Sebelumnya, perempatan itu masih bisa dilewati kendaraan dari arah selatan meski tak bisa lurus ke arah Jl. Adisucipto melainkan harus berbelok ke Jl. Yosodipuro (timur). Pantauan Solopos.com pada Minggu (29/4/2018) perempatan itu sudah ditutup total. Tak sedikit pengguna jalan yang kecele, apalagi informasi mengenai penutupan jalan itu tak begitu jelas.

Seorang pengendara sepeda motor asal Kelurahan Tipes, Serengan, Hudiyono, 56, menilai penutupan simpang jalan tersebut merugikan para pengguna kendaraan bermotor dari arah perempatan Gendengan (selatan) yang ingin menuju ke Jl. Yosodipuro hingga kawasan Pasar Nongko (utara).

Para pengendara kini mesti beralih melewati perempatan Cipto Mangunkusumo lalu ke Jl. Yosodipuro yang rawan macet pada jam-jam tertentu. “Saya harap eks simpang Kota Barat ini segera dibuka kembali untuk memudahkan para pengendara dari arah selatan masuk ke Jl. Yosodipuro, Jl. Hasanuddin atau Pasar Nongko. Kalau terlalu lama, jelas merugikan kami yang rutin melewati jalan ini,” kata Yono yang merasa kecele saat mengetahui simpang empat Kota Barat ditutup, Minggu pagi.

Salah seorang pengendara mobil asal Kelurahan Pajang, Laweyan, Sugeng Tri S., 46, mengusulkan jika kondisinya mengharuskan simpang empat Kota Barat  ditutup total, Pemkot semestinya membuka akses lalu lintas di selatan perlintasan sebidang Manahan seperti di awal masa pembangunan flyover Manahan.

Akses di depan Hotel Agas tersebut perlu dibuka agar bisa dipakai para pengendara di Jl. dr. Moewardi dari arah selatan untuk putar balik kemudian belok ke Jl. Hasanuddin dan Jl. Yosodipuro. Jika tak tersedia akses seperti itu, para pengendara di perempatan Gendengan otomatis mesti berbalik arah dan mengambil jalur ke Jl. Ciptomangkusumo yang notabene rawan macet.

“Terbukti pada hari ini [Minggu] banyak juga pengendara motor dan mobil yang terjebak di barat lokasi pekerjaan. Artinya kami memang merasa butuh segera adanya akses putar balik dan belok di sekitar lokasi proyek pembangunan flyover ini,” jelas Sugeng.

Kabid Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Solo, Ari Wibowo, mengatakan penutupan eks simpang empat Kota Barat dilakukan atas usulan pelaksana proyek pembangunan flyover Manahan PT Yasa Patria Perkasa. Kontraktor meminta izin menutup simpang empat Kota Barat dan jalan di barat lokasi proyek untuk keperluan pelaksanaan pengujian tiang dengan pile driving analyzer ( PDA ).

Ari menyampaikan Dishub Solo  telah meminta kontraktor agar mempercepat pekerjaan tersebut atau setidaknya bisa selesai tepat waktu. “Saya juga minta jangan terlalu lama ditutup eks APILL Kota Barat. Saya minta waktu sepekan ini bisa dimaksimalkan supaya akses jalan bisa kembali dibuka. Kalau untuk jalan di barat lokasi proyek atau depan RC Sport memang hingga kini belum bisa dilintasi untuk lurus atau belok kanan ke Jl. Hasanuddin,” jelas Ari.

Pantauan Solopos.com, Minggu siang, kontraktor telah memasang spanduk imbauan di simpang Gendengan yang berisi informasi simpang Kota Barat ditutup sementara karena sedang ada pekerjaan konstruksi flyover Manahan. Tak disebutkan secara pasti kapan simpang empat bakal dibuka lagi.

Spanduk yang terpasang di barikade tersebut diumumkan agar para pengendara mencari jalan alternatif. Sementara itu, kendaraan di Jl. Yosodipuro atau dari arah timur masih bisa masuk Jl. dr. Moewardi lewat eks simpang empat Kota Barat. Artinya penutupan simpang empat Kota Barat hanya berlkau bagi kendaraan dari arah selatan dan barat.