BPBD Wonogiri Latihan Evakuasi Bencana

Warga berlari menuju tempat evakuasi saat simulasi bencana banjir pada, Kamis (26/4 - 2018). (Istimewa/BPBD Wonogiri)
29 April 2018 07:00 WIB Ichsan Kholif Rahman Wonogiri Share :

Solopos.com, WONOGIRI--Akhir 2017 menjadi memiliki cerita tersendiri bagi warga Kecamatan Nguntoronadi, Wonogiri khususnya warga Desa Kulurejo dan Desa Bulurejo. Luapan air sungai Wiroko dipicu hujan yang turun lebih dari 14 jam menjadi penyebab. 50 sentimeter (cm) hingga 1,5 meter air memasuki rumah warga dalam hitungan detik.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kala itu namun kerugian material, kondisi psikis, masih belum terkikis dalam ingatan. Hal itu pula yang terngiang warga Desa Kulurejo saat melakukan gladi lapang evakuasi oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wonogiri untuk menyambut Hari Kesiapsiagaan Bencana, Kamis (26/4/2018).

Raungan sirene alat pendeteksi dini menyalak keras, warga sontak keluar rumah menyelamatkan barang berharga hingga binatang ternak mereka. Para sukarelawan dengan sigap menggendong warga lansia yang kesulitan untuk berlari menyelamatkan diri. Mereka berlari menuju jalur evakuasi yang sudah disiapkan sebagai langkah awal upaya kesiapsiagaan bencana menuju tempat pengungsian.

Kepala BPBD Kabupaten Wonogiri, Bambang Haryanto saat ditemui Solopos.com di Desa Kulurejo, Kamis, mengatakan simulasi evakuasi mandiri dilakukan sebagai langkah untuk mewujudkan ketangguhan masyarakat agar terwujud desa tangguh bencana.

“Beberapa tahapan simulasi banjir, uji alat pendeteksi dini banjir, pembuatan jalur evakuasi, latihan dapur umum bagian simulasi hari ini,” ujar Bambang Haryanto.

Dalam data hasil survei situasi penyelamatan di Jepang adalah 34,9% dari kesiapsiagaan diri sendiri; 31,9% ditolong keluarga; 28,1% ditolong tetangga; 2,6% ditolong orang melintas, dan 1,7% dukungan tim penyelamat.

Camat Nguntoronadi, Sriyono saat ditemui Solopos.com di Desa Kulurejo mengatakan momen ini untuk memotivasi masyarakat agar ketika terjadi bencana seluruh masyarakat siap. Selain itu seluruh komponen bisa sinergi dalam menghadapi bencana.

Kepala Desa Kulurejo, Aris Hartanto mengatakan bahwa Desa Kulurejo bahwa hampir setiap tahun terjadi banjir karena sungai yang mengalami pendangkalan.

“Saya berharap masyarakat terbiasa siaga sehingga ketika terjadi banjir sudah tangguh bencana setelah simulasi ini,” ujarnya.