Pendidikan Solo: Pemkot Wacanakan Pemindahan SMPN 3 ke Karangasem

SMPN 5 Solo (Solopos/Insetyonoto)
03 Mei 2018 08:30 WIB Septhia Ryantie Solo Share :

Solopos.com, SOLO – Menyusul kepastian pemindahan kegiatan belajar mengajar (KBM) SMP Negeri (SMPN) 5 Solo dari pusat kota ke wilayah Mojosongo, Jebres, Solo, Pemerintah Kota (Pemkot) Solo juga mewacanakan pemindahan KBM di SMPN 3 Solo. Saat ini SMPN 3 Solo menempati lokasi yang berdekatan dengan SMPN 5 dan SMPN 10.

Wali Kota Solo, FX. Hadi Rudyatmo, mengemukakan terkait langkah Pemkot Solo dalam upaya pemerataan pendidikan, saat ini telah dipetakan seluruh wilayah di Kota Bengawan terkait persiapan pemberlakuan zonasi sekolah  mulai Tahun Pelajaran 2018/2019 ini. Hasilnya, ada dua wilayah atau zona yang masih minim infrastruktur sekolahnya.

"Satu di Mojosongo. Tapi sudah dicarikan solusi dengan SMPN 5 dibawa ke sana. Yang satunya itu daerah Karangasem [Kecamatan Laweyan] yang sama sekali tidak punya SMPN," ungkapnya, Rabu (2/5/2018).

Untuk mencarikan solusi, Pemkot memandang ada lahan yang potensial untuk didirikan SMPN di Karangasem, yakni lapangan tenis di kompleks perumahan pimpinan DPRD Solo. Terdapat dua lapangan tenis di lokasi tersebut. Menurut informasi, intensitas pemakaian kedua lapangan itu tidaklah tinggi. Terlebih empat rumah pimpinan dewan yang disediakan, hanya digunakan oleh dua pimpinan. Sedangkan dua lainnya menganggur.

"Itu sangat luas, bisa untuk sekolahan. Nanti kita bicarakan dengan bagian aset agar bisa dibangun sekolah," imbuhnya.

Namun untuk mengisi kekosongan SMPN di wilayah Karangasem tersebut, Rudy mengatakan Pemkot saat ini memilih untuk memindahkan salah satu SMPN yang lokasinya di tengah kota dan saling berdekatan. Untuk sementara dia mewacanakan SMPN 3 yang akan dipindah.

"Nanti yang kita pindah SMPN 3. SMPN 10 tidak dipindah karena bergandengan dengan Museum PGRI dan di situ kan ada monumen PGRI-nya," terangnya.

Rudy menegaskan pemindahan SMPN 3 ke Karangasem bukan keputusan sepihak dari Wali Kota namun berdasarkan hasil kajian dan koordinasi dengan seluruh pihak, termasuk meminta masukan dan melakukan kajian yang melibatkan akademisi. Rencananya pemindahan dilakukan pada Tahun Pelajaran 2019/2020 atau setelah itu.

"Ini nanti akan kita rapatkan dulu. 2019 kita anggarkan untuk pembangunan. Kalau jadi 2019 atau 2020 sudah bisa ditempati," kata Rudy.

Pemerataan pendidikan menurut Rudy sebenarnya sudah mulai dilakukan Pemkot beberapa tahun terakhir. Tahun ini, Pemkot juga membangun beberapa sekolah dasar (SD) dan SMPN.

Menurut Rudy, zonasi  dan pemerataan infrastruktur pendidikan juga melihat pada kepentingan dan kebutuhan infrastruktur anak-anak.

“Sehingga kalau sekolah di Solo ini nanti punya minimal jumlahnya 30 (SMPN), berarti rata-rata setiap kecamatan minimal ada enam SMPN. Untuk Serengan memang tidak mungkin enam (SMPN) karena jumlah penduduk kan lebih kecil. Ini mestinya secara proporional akan kita bagi sesuai dengan kepadatan penduduk, luas wilayah dan sebagainya,” tandasnya.