Pintu Air Demangan Solo Bakal Dibangun Baru

Pintu air Demangan, Solo. (Solopos/Nicolous Irawan)
05 Mei 2018 03:00 WIB Indah Septiyaning Wardhani Solo Share :

Solopos.com, SOLO--Rencana pembangunan pintu air Demangan baru yang diproyeksikan rampung digarap setahun terancam molor. Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) Charisal A. Manu menyatakan kemungkinan pembangunan pintu air Demangan membutuhkan waktu dua tahun.

“Kerja membangun infrastruktur [pintu air] itu tidak gampang. Tidak hanya bangun fisik jadi, tapi butuh pompanya juga,” kata dia ketika berbincang dengan wartawan, Minggu (29/4/2018).

Sesuai grand design, pintu air Demangan baru didesain modern dengan tiga pintu dan dilengkapi enam unit mesin pompa air. Pompa air ini diproduksi di luar negeri sehingga membutuhkan waktu lama, mulai pemesanan hingga pengiriman. Setidaknya butuh waktu setahun untuk pengadaan pompa air tersebut. “Jadi kemungkinan tidak bisa jadi setahun, tapi dua tahunlah,” katanya.

Meski demikian dia berharap pembangunan pintu air Demangan selesai tidak sampai dua tahun. Pihaknya tinggal menunggu kepastian anggaran pembangunan pintu air Demangan baru tersebut.

“Prinsipnya Komisi V DPR menyetujui pembangunan pintu air Demangan. Jadi tinggal tunggu saja anggarannya, mudah-mudahan tahun depan sudah dikerjakan,” katanya.

Pintu air Demangan baru ini dibangun dengan kapasitas mesin pompa air 12,5 m3/detik. Teknologi menggunakan pompa efektif, simpel, dan beroperasi maksimal. Pintu air tersebut didesain modern dengan dilengkapi sensor pengaturan ketinggian air otomatis. Pemanfaatan pintu air Demangan baru ini dibangun untuk mengatur elevasi Kali Jenes, Kali Pepe, yang bermuara ke Sungai Bengawan Solo.

“Adanya sensor membuat salah satu pompa hidup secara otomatis pada elevasi muka air tertentu, sekaligus menghidupkan tanda suara atau lampu sebagai tanda kondisi sudah darurat,” jelasnya.

Selain itu sensor diperlukan untuk pemutusan arus listrik otomatis pada saat air sedikit agar pompa tidak beroperasi. Tak hanya sensor adanya trash rack di depan intake (pintu air), pompa juga disiapkan untuk menjaga agar sampah tidak masuk ke dalam kolam intake sekaligus berfungsi pembersihan sampah secara otomatis.

“Jadi nanti juga dilengkapi tempat penimbunan sampah sementara hasil pembersihan di pintu air baru, sebelum nantinya diangkut untuk dibuang ke tempat pembuangan akhir,” katanya.

Wali Kota Solo F.X. Hadi Rudyatmo mengatakan pembangunan pintu air Demangan baru tahap pengajuan permohonan bantuan anggaran ke pemerintah pusat. Rudy menargetkan pembangunan pintu air Demangan baru mulai dikerjakan April 2019 dan selesai pada 2020. Sesuai perencanaan, pintu air Demangan baru dibangun di bagian hilir sehingga air dalam kota bisa dibuang langsung ke Sungai Bengawan Solo.

“Pintu air Demangan baru ini untuk membebaskan warga Solo dari banjir yang selama ini masih mengancam. Karena selama pintu air Demangan tidak dibuat baru sejumlah kelurahan akan terus terancam banjir,” katanya.

Beberapa kelurahan dipetakan langganan banjir adalah Semanggi, Sangkrah, dan Pasar Kliwon. Saat ini, kondisi pintu air Demangan berusia ratusan tahun dan tak berfungsi optimal sebagai pintu air. Fungsi pintu air Demangan sangat penting dalam pengendalian banjir Kali Pepe maupun Sungai Bengawan Solo.