Pemilik Zensho Karaoke Protes Usahanya akan Ditutup Pemkab Sragen

Pemilik Zensho Family Karaoke, Winardo (kanan), bersama pengacara hukumnya, Ucok Kuncoro, memberikan keterangan pers di Warung Makan Sederhana Yu Manyul Masaran, Sragen, Sabtu (5/5 - 2018) siang. (Solopos/Kurniawan)
05 Mei 2018 18:30 WIB Kurniawan Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN -- Pemilik Zensho Family Karaoke yang berada di Kompleks Atrium Plaza Jl. Raya Sukowati Sragen, memprotes langkah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen yang akan menutup tempat hiburan itu.

Melalui pengacaranya, Ucok Kuncoro, pemilik Zensho Karaoke Winardo membeberkan upayanya memperpanjang izin Zensho Family Karaoke pada 20 Juli 2016. 

“Surat permohonan perpanjangan izin sudah kami sampaikan pada 20 Juli 2016, tapi tiba-tiba pada 09 Maret 2018 Dinas PMPTSP [Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu] mengeluarkan surat yang intinya menjawab permohonan izin tak dikabulkan,” ujar dia di Sragen, Sabtu (5/5/2018).

Ucok Kuncoro mengatakan di surat jawaban dari Dinas PMPTSP Sragen disebutkan, alasan tidak dikabulkannya perpanjangan izin yaitu radius atau jarak Zensho Family Karaoke dengan SMPN 2 Sragen kurang dari 100 meter.

Menurut Ucok kesimpulan tak terpenuhinya syarat jarak minimal merujuk kajian tim teknis Pemkab Sragen yang terdiri Dinas PMPTSP, Satpol PP, Bagian Hukum Setda Sragen, dan Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpor).

Ucok menyayangkan tim teknis Pemkab tak melibatkan pengelola Zensho dalam pengukuran jarak tersebut. 

“Ternyata setelah kami cek secara manual dan trek dengan Google Map, jaraknya [Zensho dengan SMPN 2 Sragen] lebih dari 100 meter. Dengan Google Map jaraknya 190 meter, kalau pengukuran manual 160 meter,” imbuh dia.

Pengukuran manual yang dilakukan pengelola Zensho dimulai dari pintu masuk Zensho hingga pintu masuk SMPN 2 Sragen. Ketentuan tentang jarak minimal diatur Peraturan Daerah (Perda) Sragen Nomor 08/2014.

Di Perda tersebut juga disebutkan tempat hiburan (tempat karaoke) tidak boleh dalam radius 100 meter dari tempat ibadah. Khusus untuk Zensho Family Karaoke juga dekat dengan masjid di Kompleks PN Sragen.

“Tapi di surat jawaban Dinas PMPTSP tak disebutkan tentang masjid di PN Sragen. Yang disebut hanya SMPN 2 Sragen. Jadi ada apa ini? Kok beralih-alih? Padahal kami sudah kirim surat, mari kita hitung bareng,” urai dia.

Ucok akan mengambil langkah hukum bila Pemkab menutup Zensho tanpa melalui pengukuran bersama jarak (radius).

“Kami berharap dihitung bersama. Kalau kami keliru kami legawa. Seharusnya kami diarahkan. Zaman Pak Untung [Untung Wiyono] perizinan Sragen nomor satu. Tapi sekarang kok tak ramah dengan investor?” sesal Ucok.

Sedangkan Winardo mengaku kecewa dengan penyikapan Pemkab Sragen atas permohonan perpanjangan izin yang diajukannya sejak 2016.

“Setahu saya dalam pengajuan perizinan itu dalam 90 hari seharusnya sudah jadi. Kalau tidak jadi ya dikembalikan. Lah ini sudah satu tahun baru dikembalikan. Kalau semua pengusaha dibegitukan ya bisa mundur semua,” ujar dia.

Informasi yang dihimpun solopos.com, pada Kamis (3/5/2018) digelar rapat koordinasi di Ruang Rapat Sekda Sragen tentang rencana penutupan Zensho Family Karaoke dipimpin Sekda Sragen, Tatag Prabawanto.

Dalam rapat tersebut disimpulkan seharusnya Zensho sudah ditutup karena izinnya telah habis pada 1 Maret 2018. Perpanjangan izin tak akan dikabulkan karena Zensho dalam radius 100 meter dari tempat ibadah. Jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) Sragen bersepakat menututp Zensho Family Karaoke pada 14 Mei 2018.